Scripta
Perang Thailand-Kamboja: Ujian Nyata Sentralitas ASEAN, Indonesia Harus Segera Jalankan Shuttle Diplomacy untuk Resolusi Konflik dan Hadirkan Perdamaian
Ahmad Khoirul Umam, Ph.D*
Direktur Pascasarjana Studi Hubungan International Paramadina Graduate School of Diplomacy, Universitas Paramadina
Level 45, Trinity Tower, Jl. Rasuna Said, South Jakarta .Phone: +62-21-7918-1188, Ext. 226 M: +62-87748457631 Email: ahmad.khoirul@paramadina.ac.id
1. Selama ini, ASEAN dikenal dengan kemampuannya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Asia Tenggara pasca Perang Dunia II dan Perang Dingin. Namun demikian, konflik yang kini berubah menjadi perang dengan penggunaan alat utama sistem persenjataan modern, yang baru saja dilakukan Thailand terhadap Kamboja, benar-benar menjadi ujian nyata bagi sentralitas ASEAN.
2. Dalam situasi ini, peran Indonesia sebagai saudara tua atau “the big brother in ASEAN”, serta kepemimpinan ASEAN yang saat ini dipegang Malaysia, kembali dipertaruhkan. Mampukah Indonesia dan Malaysia meng-guide Thailand dan Kamboja untuk menahan diri dan kembali duduk ke meja perundingan untuk mencari titik temu resolusi konflik dan perdamaian.
3. Belajar dari kesuksesan Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mendamaikan Thailand-Kamboja di tahun 2011, maka saat ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto perlu segera mendorong Menteri Luar Negeri Sugiono untuk segera melakukan Shuttle Diplomacy untuk menemui perwakilan pemerintah Thailand dan pemerintah Kamboja. Target utama Shuttle Diplomacy itu adalah untuk meminta keduanya menahan diri. Di saat yang sama, Indonesia dan ASEAN perlu menawarkan hadirnya observer, yang bisa jadi melibatkan pasukan penjaga perdamaian dari negara-negara ASEAN, untuk memastikan eskalasi konflik tidak berkembang.
4. Selanjutnya, Indonesia harus mengambil langkah aktif, termasuk mengajak negara-negara ASEAN lainnya, sebagai mediator dalam proses diplomasi. Dalam waktu dekat, ASEAN harus bisa mendorong genjatan senjata, merumuskan skema pengintegrasian penyelesaian konflik, menentukan timeline proses penyelesaian konflik. Langkah ini sangat urgent untuk memastikan stabilitas keamanan dan perdamaian bisa kembali kokoh, demi pembangunan ekonomi dan kemajuan kawasan. *** (Red)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Nasional4 minggu agoGerak Cepat, Inisiatif di Balik Keyakinan Bantu Korban Bencana
-
Saksi2 minggu agoSaksi Ungkap Aliran Rp.809 miliar ke Goto, Jaksa menduga jadi keuntungan Pribadi Nadiem
-
Healthy3 minggu agoDengan Inovasi Robotic Surgery, TCH Sudah Tangani 465 Case Lutut & laparoskopi
-
Vonis2 minggu agoSuap Inhutani V, Direktur Anak Usaha Sungai Budi Divonis 2 tahun 4 bulan Penjara


You must be logged in to post a comment Login