Ragam
Prospek Pengobatan Komplementer, ‘Cuan’ bagi Perawat Indonesia
“PPPI ingin menciptakan perawat yang sejahtera dan cuan, caranya dengan pekerjaan sebagai perawat komplementer. Kami bisa semakin mengarah para profesionalisme dan kesejahteraan perawat. Kami sudah bikin akta di notaris, bahwa profesi homecare di bawah PPPI. Kegiatan pendidikan dan latihan akan terus ditingkatkan, bahkan berijazah dari Kemendikbud (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek),” kata Sukendar.
Sementara itu, Ado Sadroi dari Perhimpunan Penyehat Tradisional Indonesia (PPTI) melihat prospek profesi perawat atau nakes pada pengobatan komplementer, dan penciptaan lapangan pekerjaan baru. Setiap tahunnya, ada sekitar 10.000 lulusan dari sekolah tinggi ilmu keperawatan (Stikes). Tapi jumlah tersebut tidak parallel dengan jumlah rumah sakit yang ada atau yang akan dibangun di berbagai kota besar di Indonesia.
“Terutama lulusan program D3 Stikes, beberapa sering bingung untuk cari lowongan pekerjaan. Sehingga saya berani deklarasi PPTI, HIPKI untuk mensejahterakan perawat, bersinergi dengan kebijakan pemerintah. Saya juga aktif pada PPPI,” kata Ado.
Ia juga kelola rumah sunat Assyifa di Bogor, dekat kampus IPB. Selain, ada usaha pengobatan komplementer terutama bekam, akupuntur, herbal sejak tahun 2008. Izin praktik sebagai pengobat tradisional juga sudah dikantongi. Ia membuka kesempatan kepada nakes atau perawat untuk meningkatkan keahlian serta keterampilan pengobatan komplementer.
“Kami bantu, tapi harus jadi anggota PPPI. Perkuliahan untuk pengobatan komplementer selama 6 – 12 bulan. Waktunya relative singkat, dan biaya murah,” kata lulusan Dharma Usada STAB Nalanda perkuliahan perpaduan akupresur, akupuntur, jamu/herbal. *** Liu
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Tuntutan2 minggu agoProyek Fiktif Telkom, Jaksa tuntut 11 terdakwa 7 tahun hingga 16 tahun penjara
-
Saksi4 minggu agoKPK Akan Panggil Petinggi PSI Ahmad Ali dan Ketum PP dalam Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar
-
Nasional2 minggu agoRecalling Memory sambil Lawan Pemutihan Sejarah
-
Saksi3 minggu agoJPU Beberkan Dugaan Aliran Dana Rp809 Miliar ke Goto


You must be logged in to post a comment Login