Connect with us

Ragam

Sekapur Sirih dan Gelak Tawa Dua Orang Sahabat Seperjuangan Selama 54 tahun, Prof. Satyanegara dan Sofjan Wanandi

Published

on

foto dokumentasi Peringatan dan Perayaan HUT ke 87 (Desember 2025) Prof. Satyanegara di Pondok Indah Golf (dok-liu)

Menanggapi kata sambutan tersebut, Prof Satyanegara juga mengaku kagum dengan sosok sahabatnya itu. Karena selain sukses dalam berbisnis, dulunya juga sebagai aktivis yang sudah tidak diragukan kiprahnya dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia.

“Terima kasih Bian Khoen,” kata Prof Satyanegara yang masih menyapa dengan nama kecil Sofjan Wanandi.

“Saya kagum dengan Anda sebagai aktivis dan pengusaha. Anda sempat berada di garis depan saat aktif di KAMI (kesatuan aksi mahasiswa Indonesia). aktivis yang berani, lincah serta selalu memberi pandangan untuk bangsa dan negara, serta teman-teman,” kata Prof. Satyanegara.

Sofjan mengaku kenal dengan Prof pertama kali dan tidak pernah lupa ketika mengajaknya kembali ke Indonesia. Pada saat itu, pemerintahan Soeharto mewariskan kondisi ketidak stabilan ekonomi, sosial dan politik .

Tim ekonomi orde baru menyiapkan berbagai langkah yang mendesak guna menstabilkan ekonomi nasional. Kesannya, Satyanegara saat itu sangat ingin membantu Indonesia terutama sesuai dengan keahliannya sebagai dokter ahli bedah saraf.

Ia juga mengaku sempat membujuk Satyanegara untuk kembali ke Indonesia.

“Saya sampaikan saat itu langsung kepada beliau (Prof. Satyanegara), walapun kondisinya negara Jepang masih sangat butuh tenaga dan pemikirannya, tetapi perlu bersama membangun negara. Saya memperkenalkan Prof terutama kepada ibu Tien Soeharto (ibu negara; 23 Agustus 1923 – 28 April 1996).

Sekapur Sirih

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Laman: 1 2 3

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Trending