Connect with us

Nasional

Suasana Keseharian PN Jakpus di tengah Upaya Mencari Keadilan

Published

on

Duta layanan PTSP PN Jakpus Tya sedang membantu masyarakat pencari keadilan dengan aplikasi berbasis digital

Jakarta, pantausidang — Kursi-kursi tunggu empat seater masih diduduki, walaupun hanya sebagian saja dari keseluruhan yang disediakan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) Kelas I A Khusus. Kursi tunggu di lobi gedung PN tersebut, biasanya full capacity pada pagi – sore hari, digunakan saat masyarakat pencari keadilan atau pengguna layanan lain pada PN. Waktu Maghrib tiba, beberapa umat Islam yang sudah seharian berpuasa segera menyambar makanan dan minuman yang sudah disiapkan. setelah itu, mereka lanjut sholat Maghrib.

Gedung PN hampir tidak pernah sepi, terutama berbagai sidang marathon yang kadang berlangsung sampai larut malam, bahkan dini hari. Berbagai kasus, termasuk PT Pertamina dan lain sebagainya berlangsung marathon. Ketika lampu pada koridor gedung, satu persatu dimatikan, beberapa aktivitas di ruang sidang masih berjalan.

PN Jakpus

Majelis hakim, mulai dari memperhatikan proses tanya jawab para pihak, sampai menggali berbagai keterangan saksi, adalah rutinitas di ruang-ruang sidang PN. Sama halnya satpam PN juga tetap harus standby menjalankan tugasnya selama persidangan berjalan. Edy Purwanto, salah satu anggota satpam PN mengaku sering menginap. Mereka tidak bisa pulang kalau sidang berlangsung sampai dini hari.

“Sebagian (anggota satpam) menginap. Ada sebagian yang kontrak di rumah warga sekitar Jalan Bungur Kemayoran. Tidur seadanya di selasar. Karena pagi, kami harus sudah sampai di PN. Waktu persidangan panjang, sampai dini hari untuk kasus-kasus tertentu,” kata Edy Purwanto.

Mengingat tugas yang tidak ringan, ia mengaku, tetap menjalani. Setiap kali ada persidangan terutama yang menyita perhatian masyarakat luas, satpam PN harus di backup dengan kepolisian wilayah khususnya Kemayoran Jakarta Pusat.

“Keluh kesah pasti ada, tapi kami jalani saja. Untungnya, komandan kami juga mengayomi seluruh anggotanya,” kata Edy Purwanto. Jumat 13 Maret 2026.

Sementara itu, duta layanan PN Jakpus Tya juga mengaku, kalau tugasnya terutama pada jam-jam sibuk dan antre panjang masyarakat pencari keadilan, ia harus tetap professional. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di PN, idealnya dibarengi dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Petugas PTSP juga selalu dituntut menjalankan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) serta dapat menerapkan 5R (Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin).

PN Jakpus

Suasana keseharian Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

“Kalau ada complain , kadang suaranya keras (nada marah), saya hanya berusaha tenang. Terutama bulan puasa seperti sekarang ini, banyak perkara yang diajukan. Banyak libur dan cuti bersama, otomatis pemohon terutama pengacara buru-buru menyelesaikan perkara. Karena ada tenggat waktu, terutama kasasi yang harus tepat waktu (diajukan),” kata Duta Layanan PN Jakpus, Tya.***

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Advertisement

Facebook

Tag

Trending