Connect with us

Nasional

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Published

on

Wakil Koordinator KontraS Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami luka bakar 24 persen setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Jakarta, pantausidang – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat dini hari, 13 Maret 2026.

Serangan tersebut mengakibatkan Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen.

Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah Andrie menyelesaikan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang mengangkat tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Kegiatan tersebut berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun dari pihak KontraS, sekitar pukul 23.37 WIB Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I menuju Jalan Talang, Jakarta Pusat. Saat melintas di sekitar Jembatan Talang, dua orang pria yang mengendarai satu sepeda motor diduga jenis Honda Beat menghampiri dari arah berlawanan.

Dua pelaku tersebut diduga berboncengan. Pengendara disebut mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana panjang gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam. Sementara penumpang di belakang menggunakan penutup wajah menyerupai buff berwarna hitam, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek.

Setibanya di dekat korban, salah satu pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie hingga mengenai sebagian tubuhnya.

Akibat serangan itu, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motornya. Warga sekitar kemudian membantu membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Pihak KontraS menyebutkan, dari pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang ataupun dirampas dalam peristiwa tersebut.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menilai serangan tersebut patut diduga sebagai bentuk intimidasi terhadap pembela hak asasi manusia.

Menurut dia, Andrie selama ini aktif dalam berbagai kegiatan advokasi dan perlindungan HAM. Sebelum kejadian, Andrie diketahui menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (Celios) untuk membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta terkait aksi pada Agustus 2025.

KontraS juga menyebut Andrie sebelumnya pernah menerima sejumlah teror dan intimidasi, terutama setelah terlibat dalam aksi protes terhadap rancangan Undang-Undang TNI pada Maret 2025.

Atas peristiwa tersebut, KontraS mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas pelaku serta mengungkap motif di balik serangan tersebut. Mereka juga meminta negara memberikan perlindungan terhadap pembela HAM yang menjalankan aktivitas advokasi.

“Serangan ini merupakan tindakan kekerasan serius terhadap pembela hak asasi manusia. Kami mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku dan motif di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, serta memastikan perlindungan bagi para pembela HAM di Indonesia,” kata Dimas dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

Selain itu, KontraS menilai tindakan penyiraman air keras tersebut berpotensi dikategorikan sebagai upaya percobaan pembunuhan karena dapat menimbulkan luka fatal hingga mengancam nyawa korban.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta menelusuri kemungkinan motif di balik serangan terhadap aktivis HAM tersebut. *** (Red)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Trending