Ragam
Prangko Tidak Tergerus Zaman, Teknologi, Kolektor Sejati Tetap Eksis
Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan tokoh filateli, tercatat aktif dalam sejarah perkembangan filateli di tanah air. Setiap tahun, ada perlombaan serta pameran, bahkan perlombaan dengan medali, gold, silver, perunggu, lat fermil.
Per mil, dan lain sebagainya. Thung Kim Tek, sebagai jurni internasional, juga salah satu tokoh filateli Indonesia yang tercatat aktif dalam sejarah perkembangan filateli di tanah air, khususnya sekitar tahun 1980-an.
Ia pernah tercatat terlibat dalam kegiatan keorganisasian filateli bersama dengan tokoh lain seperti Liem Yung Lieng dan Anna Yudiana pada periode tersebut. Thung Kim Tek disebutkan dalam dokumen sejarah mengenai perkembangan filateli di Indonesia.Aktif dalam keorganisasian filateli di wilayah Jakarta pada masa itu.
“Seorang kolektor, ketika suka dengan prangko, dia sudah nggak berpikir berapa nilai uang yang harus dikeluarkan. Happiness atau kepuasannya tidak bisa dinilai dengan uang,” kata pemilik counter filateli di Kantor Pos Pasar Baru sejak 2013 sampai sekarang.
Selain, ia juga mengenal kolektor sejati, Prof. Satyanegara (ahli bedah saraf). Pertama kali ia mengenal Prof Satyanegara tahun 1980-an.
Bahkan ada satu kenangan yang tidak terlupakan selain dari kegiatan filatelis dengan Prof. Satyanegara. tahun 2005, ia sempat ditolong setelah mengalami kecelakaan, dengan leher patah sampai tiga. Prof. Satyanegara dulunya selalu datang bersama istrinya ke Filateli Pasar baru.
Ia beli prangko, sambil melihat-lihat prangko terbaru.
“Dia sangat antusias, sangat kelihatan. Karena nilai pembeliannya tergolong banyak,” kata Subiyarto, kelahiran Yogyakarta tahun 1958.
” Estimasinya, nilai koleksi perangko Prof. Satyanegara sudah pasti milyaran rupiah.”
” Untuk level seorang kolektor sejati, nilai jual puluhan juta rupiah, sebetulnya relative kecil atau tidak ada artinya. Sebagai perbandingan, koleksinya yang diperjualbelikan, satu album mencapai sekitar Rp 20 juta.“
“Ini souvenir sheet Indonesia, prangko diurus berseri. Ada empat piece per seri. Satu seri terdiri dari empat prangko. Souvenir sheet, terkumpul di dalam album, bisa sampai puluhan juta rupiah. Pak Satyanegara sudah mengoleksi setengah abad lamanya. koleksi beliau bagus-bagus, tidak hanya tahun 1980-an, tapi mungkin koleksinya Prangko Nederland Indie , perangko Dai Nippon dan Indonesia. Mungkin nilai koleksi prangkonya, sekitar Rp 1 – 2 miliar,” kata Subiarto. *** (Liu)

Subiyarto, mantan staf kantor Filateli Jakarta di Pasar Baru (1982 – 2013).
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Tuntutan4 minggu agoProyek Fiktif Telkom, Jaksa tuntut 11 terdakwa 7 tahun hingga 16 tahun penjara
-
Internasional4 minggu agoMomen Pertemuan PN Jakpus, Jaksa Hunan Berlangsung Hangat, Penuh Kekeluargaan Diskusi mengenai Kerjasama bidang Peradilan
-
OTT3 minggu agoKPK Tahan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam Kasus Dugaan Pemerasan
-
Wisata3 minggu agoGelar Tari Sufi Ramadhan di Sapphire Sky dengan Estetika, Filosofinya


You must be logged in to post a comment Login