Ragam
Prangko Tidak Tergerus Zaman, Teknologi, Kolektor Sejati Tetap Eksis
Jakarta, pantausidang — Filatelis sejati Indonesia, Subiyarto, menilai internet memang sudah menggerus metode komunikasi dengan surat plus amplop serta prangko. Tapi kegiatan koleksi prangko tidak tergerus, sebaliknya tetap eksis bahkan masih digemari anak-anak muda. Mengoleksi prangko atau filateli, hobi popular yang tidak pernah hilang tergerus zaman dan teknologi.
“Pak Pringgo Diprodjo sudah berusia 92 tahun, tapi masih aktif di berbagai kegiatan filateli di Kantor Pos Pasar Baru. Tapi anak-anak muga juga masih tertarik, sering gelar kegiatan filateli di Kantor Pos juga. Koleksi prangko tidak tergerus waktu, teknologi,” kata pakar filateli Indonesia, Subiyarto.
Prangko merupakan benda kecil tetapi mengandung sejarah Bangsa. Banyak prangko yang menjadi primadona bahkan menjadi kebanggaan bagi para filatelis sejati. Seperti prangko Pos Militer Surakarta tahun 1949, prangko Pendudukan Jepang, Nederland Indie , Cetak Tindih 1949. Selain, ada juga Prangko Cetak Tindik RIS, Cetak Tindih RIAO, dan lain sebagainya.
“Biasanya barangnya sedikit, kolektor sejati selalu antusias mencarinya. Banyak tokoh Filateli yang sudah Almarhum. Seperti Alm. Thung Kim Tek yang dulunya juri filateli Internasional. Selain, almarhum Untung Rahardjo, Song Boo. Almarhum Wongsodihardjo, pernah berdomisili di Tiongkok, sempat mempelopori penerbitan buku Katalog Prangko Indonesia. pertama kali terbit tahun 1988,” kata mantan staf kantor Filateli Jakarta di Pasar Baru 1982 – 2013.

Subiyarto (kiri) bersama kolektor anak muda, berfoto bersama di counter filateli di Kantor Pos Pasar Baru.
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Penyidikan4 minggu agoMemutar Haluan Mengusut Raja Juli Antoni
-
Penyidikan4 minggu agoKPK “Istimewakan” Raja Juli Antoni di Kasus Kuansing
-
Penyidikan4 minggu agoRp1 Triliun Disita, Kebun Tebu PT Pemuka Sakti Manis Indah Diduga Kuasai 32.375 Hektare Hutan
-
Ragam3 minggu agoRekor MURI Tari Jali-Jali, IICF 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia


You must be logged in to post a comment Login