Connect with us

Niaga

Industri Pengolahan Patok HPP Rp 3.500 untuk Jaga Bisnis Tetap Feasible

Published

on

Batok Kelapa
Kancing-kancing baju yang dihasilkan dari tempurung kelapa di Sulawesi Tengah, tapi diproses untuk penciptaan nilai tambah (added value) di Vietnam. batok diukir dengan sangat presisi menggunakan teknologi / sistem laser (dok)

Jakarta, pantausidang — Industri pengolahan tempurung atau batok kelapa di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalkulasi harga pokok produksi (HPP) untuk satu piece, yakni sekitar Rp 3.500. kalau HPP batok yang dibeli dari pabrik-pabrik pengolahan minyak kelapa sudah lebih dari Rp 3.500, kemungkinan industry akan beralih ke Vietnam.

“Sekarang saja, profit kami sudah menurun. Karena HPP batok semakin naik, bisnis tidak feasible lagi,” kata Stephen Lo dari perusahaan Jasa Konsultan Manajemen & Bisnis di Jakarta.

Tempurung kelapa biasanya hanya dibuang sebagai limbah. Akan tetapi di tangan pekerja terampil dan mesin otomatisasi, tempurung bisa disulap menjadi kancing baju bernilai seni tinggi. Penciptaan nilai tambah masih mengandalkan pemrosesan di Vietnam, termasuk desain motif, bentuk, dan lain sebagainya.

“Di sini (Palu, Sulawesi Tengah) hanya bahan baku (batok kelapa). Kombinasi kancing dengan baju batik khas Indonesia, sangat bagus. Desain kami natural karena bahannya juga natural,” kata pemilik nama Tionghoa, Lo Chieh-feng.

Batok Kelapa atau Tempurung

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Laman: 1 2 3

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Trending