Connect with us

Penyidikan

Ini Detail Proyek EDC BRI Rp2,2 Triliun yang Rugikan Negara Rp744,5 Miliar

Published

on

Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Brigjen Pol Asep Guntur Rahayu saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (9/7/2025). Foto: Sabir Laluhu.

Jakarta, pantausidang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan dugaan korupsi pengadaan electronic data capture (EDC) atau perangkat untuk menerima pembayaran pelanggan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Tahun Anggaran 2020–2024 telah merugikan keuangan negara mencapai sekitar Rp744.540.374.314 (perhitungan sementara) dari total anggaran terpakai Rp2.201.344.730.487.

Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Brigjen Pol Asep Guntur Rahayu menyatakan, pengadaan EDC di BRI Tahun Anggaran 2020–2024 terbagi menjadi dua bagian. Pertama, pengadaan EDC android BRILink dengan skema beli putus dengan total 346.838 unit EDC 2020–2024 dan total anggaran terpakai Rp942.794.220.000.

Jumlah 346.838 unit EDC itu terdiri atas 25.000 unit pada 2020, 16.838 unit pada 2021, 55.000 unit pada 2022, 50.000 unit pada 2023, dan 200.000 unit pada tahap II 2023 yang pelaksanaannya terjadi pada 2024.

Kedua, pengadaan full managed service (FMS) EDC Single Acquirer skema sewa untuk kebutuhan Merchant BRI pada 2020 dengan anggaran terpakai sebesar Rp581.790.000.000 untuk kontrak pelaksanaan kurun 2021–2023 dan pengadaan FMS EDC Single Acquirer skema sewa pada 2023 perpanjangan untuk pelaksanaan 2024–2026 dengan anggaran RpRp3,1 triliun dalam kontrak.

Asep memaparkan, pengadaan FMS EDC skema sewa pada 2020 menggunakan mata anggaran GL Managed Service IT tahun 2020 dengan jangka waktu selama tiga tahun. Realisasi pembayaran dari BRI kepada vendor/penyedia atas pelaksanaan pekerjaan FMS EDC skema sewa 2020 dilakukan pada 2021-2023, yang terdiri atas Rp29.736.736.015 pada 2021, Rp176.430.541.116 pada 2022, dan Rp418.176.563.612 pada 2023.

Sementara pengadaan FMS EDC skema sewa 2023 perpanjangan dengan jangka waktu selama tiga tahun menggunakan anggaran biaya Managed Services E-Channel & UKO milik Divisi ISG (IT Strategy & Governance) di Direktorat Digital, IT, & Operation BRI.

Realisasi pembayaran kepada vendor/penyedia atas pelaksanaan pekerjaan FMS EDC skema sewa 2023 baru BRI lakukan untuk 2024 dengan nominal Rp634.206.669.744. Sementara Rp2.465.793.330.256 (lebih dari Rp2,46 triliun) untuk 2025 dan 2026 belum terpakai.

“Total realisasi pembayaran atas pengadaan FMS EDC skema sewa pada tahun 2021–2024 adalah Rp1.258.550.510.487 dengan jumlah kelolaan EDC untuk kebutuhan Merchant sebanyak 200.067 unit,” ungkap Asep saat konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu petang (9/7/2025).

Jika dijumlahkan anggaran terpakai Rp942.794.220.000 pengadaan EDC android BRILink dengan skema beli putus 2020–2024 dan anggaran terpakai Rp1.258.550.510.487 pengadaan FMS EDC skema sewa pada 2021–2024, totalnya adalah Rp2.201.344.730.487 (lebih dari Rp2,2 triliun).

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Laman: 1 2

Advertisement

Facebook

Akun Medsos Prabowo Gibran

Tag

Trending