Ragam
Instalasi Sound System Profesional sudah beralih pada digitalisasi
Perakitan instalasi sound system di Lembang, Jawa Bandung tidak memerlukan banyak pekerja. Perakitan di Lembang hanya mempekerjakan 3-4 orang
Pantausidang, Jakarta – Audio consultant, Emir Widya menilai hampir semua manufacturing (pabrikan) di Indonesia sekarang ini sudah menerapkan komputerisasi untuk pengukuran.
Manufacturing juga tidak bisa bertahan pada era analog, sebaliknya beralih pada digitalisasi.
“Desain sudah digitalisasi. Untuk speaker, desain juga harus diterjemahkan ke bahasa mesin. Pemotongan triplek untuk box speaker juga harus dipotong dengan mesin,” Emir mengatakan kepada Redaksi.
Perakitan instalasi sound system di Lembang, Jawa Bandung tidak memerlukan banyak pekerja. Perakitan di Lembang hanya mempekerjakan 3-4 orang, termasuk tenaga QC (quality control).
Selama ini, kegiatan produksi tidak pernah mengalami kendala besar. Kecuali pasokan bahan baku terutama triplek, terutama ketika permintaan pasar ekspor sedang tinggi.

“Kalau pasar ekspor sedang bagus, kami hanya dapat material (bahan baku) reject. (material) yang bagus, pasti sudah diekspor.”
“Produsen dalam negeri cenderung ekspor karena value nya lebih tinggi, benefit lebih tinggi untuk produsen dalam negeri.”
“Pasar local tidak mau menyerap triplek mahal, tapi yang murah,” kata tenaga pengajar pengukuran speaker dan instalasi sound system professional. ***
Liu.
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Rekonstruksi4 minggu agoKesaksian Ibu Korban Perkosaan Mei 98 Sempat Jeda karena Traumatis
-
Dakwaan3 minggu agoJPU Kejar Sosok Misterius di Balik Operasional Buzzer, OOJ Marcella berlanjut
-
Tuntutan3 minggu agoKerry Riza Dituntut 18 Tahun dan Uang Pengganti Rp13,4 Triliun
-
Saksi3 minggu agoKasus EDC BRI, KPK Telusuri Peran Vendor PT Yaksa Harmoni Global, dan Internal Bank


You must be logged in to post a comment Login