Daerah
Penyesatan Oknum KTNA mengenai Budidaya Sorgum di Lahan Eks Tambang
Sorgum tidak bisa tumbuh di lahan kritis bekas tambang dan minim pasokan air,” Di sisi lain, ia juga menyoroti tindakan oknum KTNA yang berkedok pengorbanan
Jakarta, Pantausidang – Kelompok Kerja (Pokja) Ketahanan Pangan Bangka Belitung (Babel) Rafki Hariska menilai adanya cara oknum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bangka Belitung Deddy Hartady menyesatkan, terkait dengan ajakan budidaya sorgum di lahan kritis bekas penambangan timah.
Sorgum memang tanaman yang berdaya adaptasi luas dan bisa ditanam di lahan kering.
“Sorgum memang aslinya kering. Tapi tahap awal, dia tetap butuh air. Tidak bisa tanam biji tanpa air, dan tidak akan tumbuh. Selama ini biji sorgum yang tidak kena air, tidak berkecambah. Apalagi kalau lahannya eks tambang timah, itu kan pasir. Apalagi, kondisi musim kemarau seperti sekarang ini, hal yang mustahil,” Rafki mengatakan melalui sambungan telpon.
Air untuk sorgum dibutuhkan, minimal 30 hari pertama. Petani harus rutin menyiram setiap hari. Lahan yang subur untuk penanaman sorgum juga tetap harus disirami air. Sehingga lahan eks tambang timah, hampir tidak mungkin dimanfaatkan untuk budidaya sorgum.
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Internasional4 minggu agoKorelasi Pertemuan Komjak dan Jiangsu High People’s Court untuk Integritas Peradilan
-
Tuntutan4 minggu agoBos Paramitra Mulia Langgeng Anak Usaha Sungaibudi Grup (BUDI) Penyuap Dirut Inhutani V Dituntut 3,4 Tahun Penjara
-
Dakwaan3 minggu agoJPU Beberkan Dugaan Pengaturan DMUT dalam Sidang Tipikor Pertamina
-
Nasional4 minggu agoGuru Besar UIN Cirebon Dorong Revisi UU Kepolisian Sebelum Terbitkan PP ASN–Polri

