Connect with us

Nasional

Gerak Cepat, Inisiatif di Balik Keyakinan Bantu Korban Bencana

Published

on

Waktu di Medan, Prof Ribka juga yang menyambut tim medis. Tim berangkat ke Langsa bersama Prof Ribka juga.

“Ketika kami sedang istirahat, Prof harus meninggalkan Lokasi karena ada acara yang mendesak. Jam 12, diantar dengan pengurus Pesantren menuju ke Medan. Kami tetap di Lokasi. Besoknya, pihak pesatren dan tim berangkat ke Aceh Tamiang. Mobil Hiace dan Inova.”

” Tim kami, pertama, di kota Lintang, yang ada jembatan Kuala Simpang, Kota Lintang Bawah yang kondisinya luluh lantak diterjang banjir bandang, di bawahnya rumah-rumah, hancur. Ketinggian air sekitar tujuh meter, lumpurnya dua meter,” kata Sukendar.

Kegiatan pengobatan berlangsung dari siang sanoai sekitar jam 5 sore. Banyak warga yang kondisinya meriang, luka kena paku/seng, gatal-gatal, diare (anak-anak). Tapi paling banyak, mereka terserang batuk dan meriang.

Sekitar 200 – 300 pasien yang ditangani, lebih banyak pasien dewasa. Ia sempat memperhatikan anak-anak suka main air, sehingga rentan kena gatal-gatal. Tidak lama kemudian, ada perbekalan barang, obat sebanyak satu truck.

Tim mencari losmen dan menyewa lima kamar. Satu kamar khusus utk obat. Keesokan harinya, ada Tim Medis RS Apung Laksamana Malahayati dengan perbekalan obat-obatan, selimut, pasta gigi, sarung, pampers, dll. Di Lokasi, sumbangan baju bekas tidak laku dan akhirnya berceceran.

“Makanan yang utama, yang sangat dibutuhkan. Saya pernah kasih Rp 50 ribu untuk anak-anak, mereka tidak mau, karena mereka juga tidak tahu mau diapakan uangnya, tidak ada yang bisa dibeli/dijual.”

“Ada juga anggota tim yang menghibur anak-anak dengan permainan, misalkan permainan tebak-tebakan, dan iming-iming hadiah sehingga bisa memulihkan trauma mereka akibat bencana,” kata Sukendar.

Tim berpindah-pindah, bergerak termasuk ke satu hunian di bawah jembatan yang hancur. Waktu kami kesana, ada yang tidak bisa dilewati, tidak ada akses karena lumpur. Setelah alat-alat berat seperti bulldozer dari TNI untuk buka akses jalan, mobil tim medis bisa masuk, dan pindah Lokasi untuk pengobatan.

Kondisinya, selain distribusi bantuan dari pemerintah, ada juga dari lembaga swasya masyarakat, organisasi masyarakat, partai politik bahkan perorangan.

“Saya merasa bangga dengan Ibu Prof. Ribka yang gerak cepat, tanggap. Ketika kami belum tiba di lokasi, tapi beliau sudah lebih dulu. Setelah kami balik ke Jakarta, tidak lama kemudian (30/12), ada lagi tim lain PDIP yang berangkat, dilepas secara simbolik dari Gedung sekolah PDIP di Lenteng Agung,” kata Sukendar. *** (Liu)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Laman: 1 2

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Nataru 2025-2026

Trending