Ragam
Satyanegara Dorong Peningkatan Kualitas Dokter dengan Aplikasi Zoom
Hal ini (zoom/video conference) juga membantu pasien, dokter. Zaman kami, (ahli bedah saraf) yang sudah tua, belum ada budaya zoom meeting
Bedah Syaraf Terbatas
Di Indonesia, pusat pendidikan (fakultas kedokteran dengan program spesialis) bedah saraf juga terbatas. Hanya ada tujuh fakultas kedokteran dengan program spesialis bedah saraf, yakni UI (Depok), Airlangga (Surabaya, Jawa Timur),
Kemudian Unpad/Padjadjaran (Sumedang, Jawa Barat), Undip/Univ. Diponegoro (Semarang, Jawa Tengah), Unhas/Univ. Hasanuddin (Makassar, Sulawesi Selatan), USU/Univ. Sumatera Utara (Medan, Sumut), UGM Yogyakarta, UNUD/Universitas Udayana (Denpasar, Bali).
FK (fakultas kedokteran) di berbagai universitas (negeri, swasta) di Indonesia tidak semua mendidik bedah saraf. Yang diijinkan utk mendidik bedah saraf, hanya 7 universitas (USU, UI, Airlangga, Undip, Unpad, UGM, UNUD). Setiap semester, FK hanya terima 4 orang (peserta).
Di UI, 4, di Unpad 4 peserta, di Udayana, Airlangga, Hasanuddin, USU, 4 orang. Shg 24 orang ahli bedah saraf dilahirkan setiap tahun. Jumlahnya (lulusan program spesialis bedah saraf) dari tujuh universitas tersebut masih belum ideal dibanding negara lain, terutama Jepang. Ada 8 ribu ahli bedah saraf di Jepang.
“Sementara kita hanya punya 445 orang (ahli bedah saraf). Di sisi lain, Pemerintah mengharapkan agar semua ahli bedah saraf tidak terpusat di kota-kota besar, tapi harus ada penempatan ahli bedah saraf di luar kota.”
“Pendidikan (ahli bedah saraf) yang baru-baru ini, banyak yang belajar (mengikuti program spesialis bedah saraf) dengan dukungan pemerintah daerah. Kondisi di Indonesia, pada dasarnya, tangannya (ahli bedah saraf) bagus (terampil), tapi harus terus diasah,” ujar Satyanegara.*** Liu
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Dakwaan4 minggu agoDana Ratusan Miliar TaniHub Diduga Disalahgunakan
-
Saksi4 minggu agoKPK Periksa Eks Direktur PT Post Energy (Sadikun Grup) dalam Kasus PGN-IAE
-
Rekonstruksi3 minggu agoKesaksian Ibu Korban Perkosaan Mei 98 Sempat Jeda karena Traumatis
-
Dakwaan2 minggu agoJPU Kejar Sosok Misterius di Balik Operasional Buzzer, OOJ Marcella berlanjut


You must be logged in to post a comment Login