Ragam
Perburuan Literasi Mandarin di Glodok, dari Orba sampai Reformasi
“Sekarang ini, pedagang sudah mulai menawarkan kalender Tionghoa tahun 2025. Walaupun sekarang baru bulan Agustus, tapi tradisi perdagangan di Glodok, kami sudah mulai menawarkan kepada konsumen. Ketika masuk November, sudah mulai musim berbagai komoditas khas Imlek seperti angpao, lampion, dan lain sebagainya,” kata ibu Asiong.
Selain kalender, aksesoris, pernak-pernik, beberapa pedagang juga jualan buku sekolah pelajaran Bahasa mandarin. Buku sekolah biasanya banyak dicari ketika mulai tahun ajaran baru. Sementara skh mandarin seperti HI Sinchew, Guoji, Qiandao biasanya banyak dicari ketika ada pergolakan politik, seperti waktu kerusuhan aksi unjuk rasa massa di depan Gedung Bawaslu RI yang kemudian berujung ricuh pada tanggal 21 Mei 2019.
Waktu itu, massa pendukung Prabowo menggelar aksi demonstrasi akbar di Gedung Bawaslu, dan mereka memprotes dugaan kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilu 2019.
“Orang Tionghoa terutama yang sudah lanjut usia (di atas 70 tahun) juga mau tahu kondisi perpolitikan, seperti Pemilu, Pilpres (Pemilu presiden), kerusuhan. Mereka biasanya mengikuti (beritanya) dari koran berbahasa mandarin seperti Guoji, HI Sinchew, Qiandao,” kata ibu Asiong. *** (Liu)
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Ragam3 minggu agoSekapur Sirih dan Gelak Tawa Dua Orang Sahabat Seperjuangan Selama 54 tahun, Prof. Satyanegara dan Sofjan Wanandi
-
Daerah4 minggu agoPelukan Persaudaraan di Idulfitri, Umar Kei dan Pendeta Derek Hukubun Larut dalam Haru
-
Saksi3 minggu agoKPK Periksa Direktur Smartweb Indonesia
-
Ahli2 minggu agoJPU Ungkap Dugaan Korupsi Sistematis Chromebook Kemendikbudristek, Ahli Sebut Negara Rugi Total Loss


You must be logged in to post a comment Login