Connect with us

Niaga

Ancol Bagikan Dividen, Susun Pengurus Baru

Published

on

RUPST PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tahun buku 2025 menyetujui pembagian dividen, perubahan susunan pengurus, serta menegaskan arah transformasi bisnis berbasis pengalaman pengunjung.

Jakarta, pantausidang – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Perseroan) menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 dengan sejumlah keputusan strategis, mulai dari pengesahan kinerja, pembagian dividen, hingga perubahan susunan pengurus.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp26,05 per lembar saham. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp41,6 miliar atau setara 23,13 persen dari laba bersih Perseroan.

Sepanjang 2025, Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,121 triliun dengan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp180,19 miliar. Capaian tersebut dinilai mencerminkan ketahanan kinerja di tengah dinamika ekonomi global.

Dirut Ancol Direktur Utama Perseroan yang baru, Syahmudrian Lubis, menyampaikan bahwa perusahaan tetap mampu menjaga kinerja melalui inovasi dan efisiensi operasional.

“Meski situasi eksternal masih menghadapi tantangan ekonomi global, Perseroan tetap fokus pada inovasi dan efisiensi operasional, seperti digitalisasi layanan ticketing, peningkatan fasilitas pengunjung, serta pengembangan konten dan event tematik baru,” ujarnya.

Selain itu, RUPS juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang berlaku efektif sejak ditutupnya rapat.

Susunan Dewan Komisaris terdiri dari Komisaris Utama dan Komisaris Independen Irfan Setiaputra, Komisaris Suharini Eliawati, Lies Hartono, Sutiyoso, serta Komisaris Independen Trisni Puspitaningtyas.

Sementara itu, jajaran Direksi diisi oleh Direktur Utama Syahmudrian Lubis, serta Direktur Cahyo Satriyo Prakoso, Daniel Nainggolan, Eddy Prastiyo, dan Rahmaniar.

Lebih lanjut, Syahmudrian menegaskan bahwa Perseroan tengah memasuki fase penting dalam pengembangan bisnis, bukan sekadar bertahan, melainkan bertransformasi menuju model usaha yang lebih adaptif.

Menurutnya, industri destinasi wisata dan rekreasi telah mengalami perubahan signifikan. Pengunjung kini tidak hanya mencari tempat, tetapi juga pengalaman, koneksi, dan nilai dari setiap kunjungan.

“Perseroan saat ini berada pada titik krusial, bukan untuk bertahan, tetapi melangkah ke fase transformasi berikutnya,” kata dia.

Ke depan, Ancol akan menggeser fokus dari sekadar destinasi kunjungan menjadi destinasi berbasis pengalaman (experience). Strategi tersebut mencakup peningkatan nilai per pelanggan, optimalisasi aset dan ekosistem, pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penguatan kolaborasi strategis.

Syahmudrian menambahkan, transformasi tersebut tidak hanya berhenti pada strategi, tetapi juga akan diinternalisasi menjadi budaya kerja dan penguatan sumber daya manusia.

“Transformasi ini bukan hanya strategi semata, tetapi harus menjadi budaya kerja dengan disiplin eksekusi yang kuat,” ujarnya.

Perseroan berharap langkah transformasi ini mampu meningkatkan relevansi Ancol sebagai destinasi wisata, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat, pemegang saham, serta masa depan kota Jakarta. *** (Bayu/Red)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Trending