Gugatan
Dugaan Suara “Ugal-ugalan” Pilkada Jayawijaya Jadi Sorotan Di MK
Kami telah mengajukan ke MK terkait dugaan penggabungan suara ilegal di pilkada Jayawijaya, yang merugikan Paslon nomor urut 4

Jakarta, pantausidang– Kasus dugaan penggabungan suara dalam Pilkada Jayawijaya, yang menguntungkan Paslon nomor 2 Athenius Murip-Rony Elopere (MURNI), akhirnya menjadi sorotan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Lantaran ada dugaan penggabungan suara dari Paslon nomor 1 Anthonius Wetipo-Dekim Karoba (ADEM) dan nomor 3 Esau Wetipo-Kornelex Gombo (EKO) untuk mendukung MURNI.
Sehingga menjadi inti sengketa oleh pemohon Paslon nomor 4, John Richard Banua-Marthin Yogobi.
“Kami telah mengajukan permohonan ke MK terkait dugaan penggabungan suara ilegal ini, yang merugikan Paslon nomor urut 4,,” ujar kuasa hukum Paslon nomor 4, Ismail Maswatu usai sidang pendahuluan di Gedung MK, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Permohonan telah lengkap
Permohonan dengan nomor 278/PHPU.BUP-XXIII/2025 itu telah dinyatakan lengkap dan berlanjut ke persidangan. Ismail menjelaskan, sekitar 30 ribu suara dari ADEM dan EKO diduga digabungkan ke MURNI selama pleno di berbagai distrik yang menggunakan sistem noken.
Menurutnya, penggabungan suara atau koalisi ugal ugalan tersebut telah melanggar Keputusan KPU Nomor 1774 Tahun 2024.
“Dugaan ini melanggar Keputusan KPU Nomor 1774 Tahun 2024,” tutur Ismail.
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
Healthy4 minggu agoRebranding Sapphire Sky Karawaci, Bupati Tangerang dan PHRI Beri Apresiasi
Nasional4 minggu agoIPW Desak KKP Usut Beneficial Owner PT Mega Marine Pride (MMP) dan PT Baramuda Bahari
Ragam4 minggu agoMYFEST 2026 Hadirkan Ajang Kompetisi Pelajar Untuk Berkarya Dan Berprestasi
Gugatan4 minggu agoKasus Wanprestasi, Suami Artis Poppy Bunga Digugat ke PN Jakarta Barat
























You must be logged in to post a comment Login