Nasional
Mahasiswa UIN Jakarta Tolak Komersialisasi Pendidikan Nasional
“Mahasiswa jangan sampai kehilangan nalar kritisnya. Ketika mahasiswa mulai apatis terhadap kebijakan negara, maka ruang demokrasi akan semakin mudah dikendalikan oleh kepentingan elit,” ujarnya.
Diskusi juga menyoroti transformasi kampus menuju sistem Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Para narasumber menilai otonomi kampus dalam pengelolaan keuangan kerap berdampak pada meningkatnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang membebani mahasiswa dan keluarganya.
Pada sesi tanya jawab, mahasiswa menyampaikan keresahan terkait kondisi pendidikan yang dinilai semakin elitis dan sulit dijangkau masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Menanggapi hal itu, penanggap diskusi Zidan Ramdani menegaskan pentingnya kesadaran kolektif mahasiswa dalam mengawal kebijakan pendidikan.
“Kita perlu memiliki kesadaran kolektif agar kebijakan yang tidak berkeadilan bisa segera diatasi. Pendidikan harus diprioritaskan, bukan dipinggirkan,” kata Zidan.
Melalui forum tersebut, DEMA FDIKOM UIN Jakarta berharap lahir gerakan intelektual mahasiswa yang lebih progresif dan responsif terhadap persoalan pendidikan nasional.
Selain itu, hasil diskusi direncanakan ditindaklanjuti melalui penyusunan policy brief dan pernyataan sikap resmi sebagai bentuk pengawalan terhadap kebijakan pendidikan, baik di tingkat kampus maupun nasional. *** (Red)
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Ragam3 minggu agoDituntut 8,5 Tahun, Gama Ginta Minta Dibebaskan
-
Healthy4 minggu agoUpaya Kemenkes Tekan Kasus Stroke, Prof. Satyanegara Terapkan Formulasi secara Simultan
-
Penyidikan2 minggu agoMemutar Haluan Mengusut Raja Juli Antoni
-
Penyidikan2 minggu agoKPK “Istimewakan” Raja Juli Antoni di Kasus Kuansing


You must be logged in to post a comment Login