Niaga
BAZNAS Microfinance Majelis Taklim Dukung Kemandirian Umat
Jakarta,pantausidang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program BAZNAS Microfinance Majelis Taklim (BMMT) bersama Muslimat NU, Aisyiyah, dan Fatayat di kantor BAZNAS RI, Jakarta, bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi umat melalui tangan-tangan kreatif perempuan majelis taklim, dan ini bukan sekedar seremoni administratif, melainkan manifestasi dari visi besar BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Alhamdulillah, hari ini BAZNAS resmi meluncurkan program strategis BAZNAS Microfinance Majelis Taklim. Ini merupakan ikhtiar baru untuk memberikan akses modal berbasis syariat guna menjauhkan umat dari praktik-praktik yang menjerat ekonomi mereka melalui pinjaman yang tidak sesuai dengan syariat,” papar Wakil Ketua Baznas RI, Dr Zainut Tauhid Sa’adi di kantor BAZNAS RI, Kamis (30/4)
BAZNAS menyediakan modal yang berkeadilan dengan akad Qardhul Hasan yaitu pinjaman tanpa bunga, mengingat selama ini banyak masyarakat kecil yang kesulitan mengakses permodalan, sehingga kerap terjerat dengan pinjaman online (Pinjol) rentenir, atau Bank Keliling
“Melalui program ini, kami berharap Majelis Taklim tidak hanya sekadar menjadi tempat pertumbuhan nilai spiritual, tetapi juga berkembang menjadi kelompok dengan usaha kreatif dan produktif. Melalui sentuhan permodalan ini, kreativitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai manfaat zakat, dari yang sebelumnya bersifat konsumtif menjadi lebih produktif,” ujar Zainut penuh keyakinan
Program BMMT ini berkolaborasi dengan Muslimat NU, Aisyiyah, dan Fatayat NU, dan saat ini sudah terbentuk sebanyak 32 unit yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
“Sejauh ini, BMMT telah melayani 1.309 penerima manfaat yang tersebar di 23 provinsi dan 28 kabupaten/kota. Total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp 3.195.995.000, semoga memberikan keberkahan dan kemanfaatan bagi semua fihak” kata Deputi II bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr M Imdadun Rahmat
Sementara Wakil Ketua PP Muslimat NU, Dr Romlah Widayati, berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan modal melalui program BMMT ini dan berharap bisa menjadi solusi bagi perempuan dan ibu-ibu majelis taklim untuk mengembangkan kreatifitas dan perekonomian mereka
“Khusus untuk Muslimat NU, kami memiliki hampir 70.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan bantuan modal usaha ini, jadi kegiatan di Majelis Taklim tidak hanya terfokus pada pengajian dan ilmu agama saja, tetapi mampu memberdayakan ekonomi keluarga dan harapannya bisa mengentaskan kemiskinan di masyarakat,” ucap Romlah
Hal senada Ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr Utik Bidayati mengatakan, dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi ibu-ibu di Majelis Taklim tidak hanya untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga memperluas wawasan ekonomi mereka
“Melalui inisiatif ini, para anggota memiliki keterikatan yang lebih kuat untuk hadir di Majelis Taklim, tidak hanya untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga untuk memperluas wawasan ekonomi bahkan mendapatkan akses permodalan,” kata Utik
Disisi lain Ketua Bidang Ekonomi PP Fatayat NU, Wafa Fatria Ummah, mengatakan program ini akan difokuskan pada pengembangan usaha yang sudah berjalan, terutama di bidang kuliner.
“Mengingat banyak ibu muda yang sudah memiliki usaha, rekomendasi kami difokuskan pada pengembangan usaha yang sudah berjalan agar skalanya meningkat. Kami juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta kreativitas para kader dalam mengelola produk mereka” ucapnya *** (M Yunus / MES)
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Saksi4 minggu agoKPK Periksa Direktur Smartweb Indonesia
-
Ahli3 minggu agoJPU Ungkap Dugaan Korupsi Sistematis Chromebook Kemendikbudristek, Ahli Sebut Negara Rugi Total Loss
-
Ragam4 minggu agoPrangko Tidak Tergerus Zaman, Teknologi, Kolektor Sejati Tetap Eksis
-
Nasional1 minggu agoAsosiasi Dapur 3T MBG Hadir Dorong Standar Gizi dan Kolaborasi Nasional


You must be logged in to post a comment Login