Internasional
Menteri LH Soroti Ancaman Sampah Plastik dan Kerusakan Ekosistem Laut Indonesia
Selain memiliki nilai ekologis, Jumhur mengatakan ekosistem laut dan pesisir Indonesia juga mempunyai nilai ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat.
Laut, kata dia, menjadi sumber pangan jutaan masyarakat, sumber mata pencaharian nelayan, penggerak sektor pariwisata bahari, hingga benteng alami terhadap perubahan iklim dan bencana pesisir.
Ia menambahkan ekosistem mangrove dan lamun juga memiliki potensi karbon biru atau blue carbon yang besar untuk mendukung mitigasi perubahan iklim global.
Namun demikian, Jumhur mengingatkan berbagai ancaman terhadap ekosistem laut terus meningkat. Mulai dari sampah plastik laut, pencemaran pesisir, abrasi pulau-pulau kecil, hingga kerusakan terumbu karang, lamun, dan mangrove akibat aktivitas manusia serta perubahan iklim.
Menurut dia, keberadaan alat tangkap perikanan yang hilang atau ditinggalkan di laut juga menjadi ancaman serius karena merusak habitat bawah laut.
“Indonesia tidak boleh diam. Menjaga laut Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” katanya.

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Saksi2 minggu agoEks Petinggi TaniHub Beberkan Pengambilan Keputusan Hingga Aliran Dana di Persidangan
-
Duplik3 minggu agoKuasa Hukum Hari Karyuliarto Bantah Pernyataan KPK dalam Forum Diskusi LNG
-
Mahkamah Konstitusi1 minggu agoDharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK, Soroti Pasal KLB Hingga Ancaman Denda Rp500 Juta
-
Pemeriksaan Terdakwa2 minggu agoJPU Ungkap Shadow Organization GOTO oleh Nadiem Makarim


You must be logged in to post a comment Login