Internasional
Menteri LH Soroti Ancaman Sampah Plastik dan Kerusakan Ekosistem Laut Indonesia
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 1.000 peserta terlibat dalam aksi kolektif menjaga kawasan pesisir dan laut Pulau Pramuka. Kegiatan itu meliputi aksi bersih pantai, pengangkatan sampah bawah laut, hingga penanaman terumbu karang.
Jumhur menilai aksi tersebut merupakan bentuk intervensi nyata untuk pemulihan ekosistem laut.
“Membersihkan pantai berarti mencegah sampah masuk lebih jauh ke laut. Mengangkat sampah dari bawah laut berarti menyelamatkan terumbu karang dan biota laut,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan sampah plastik yang dinilai semakin serius. Meski demikian, ia menyebut persoalan tersebut masih dapat diatasi apabila dikelola dengan baik.
Menurut Jumhur, konsumsi plastik masyarakat Indonesia masih lebih rendah dibanding sejumlah negara maju.
“Per kapita plastik Indonesia sekitar 16 kilogram per orang per tahun. Di negara maju bisa mencapai 40 sampai 70 kilogram per orang per tahun, tetapi tetap bersih,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif menjaga kebersihan pantai, sungai, dan laut demi keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia. *** (MES)
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Scripta4 minggu agoIntegritas Anggota KPU dan Legitimasi Pemilu Berintegritas
-
Tersangka4 minggu agoTersangka Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bangga Tak Pakai Rompi Tahanan Kejaksaan
-
Ragam3 minggu agoUmar Key Paparkan Kronologi Penyelesaian Kewajiban BMS kepada Pasar Jaya di Rapat Pansus
-
Scripta3 minggu agoPemilu, Partisipasi Generasi Milenial hingga Generasi Alfa, dan Arah Demokrasi Indonesia


You must be logged in to post a comment Login