Connect with us

Ragam

Ahmad Yaneri: Keberhasilan Praktikum Mahasiswa, Dapat Motivasi Masyarakat Maupun Pemda Selesaikan Masalah

Ahmad Yaneri, S.ST, M.Kesos menambahkan, untuk kemudian dilanjutkan dengan rencana intervensi dalam merancang pemecahan masalah sampai dengan melaksanakan kegiatan intervensi untuk pemecahan masalah

Pantausidang, IndramayuDosen Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Ahmad Yaneri S.ST., M. Kesos mengungkapkan bahwa keberhasilan Mahasiswa dalam praktikum, tidak sebatas mengaplikasikan praktek pekerjaan sosial kepada warga binaan, namun juga dapat memberikan semangat terhadap masyarakat maupun Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi terhadap persoalan sosial.

 

“Tetapi dapat memotivasi masyarakat lingkungan dan Pemerintah Daerah untuk ambil bagian dalam menyelesaikan masalah sosial,” kata Ahmad Yaneri, S.ST, M.Kesos melakukan keterangan yang diterima Pantausidang.com, Selasa, 23 Agustus 2022.

 

Hal tersebut ditegaskan Ahmad Yaneri, S.ST, M.Kesos dalam  kunjungannya ke Yayasan Kusuma Bongas di Desa Bongas, Kab. Indramayu, Propinsi Jawa Barat untuk menyerahkan 6 Mahasiswa Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung dalam rangka melaksanakan kegiatan praktikum, pada Senin, 22 Agustus 2022.

 

Diketahui sebanyak 6 orang Mahasiswa Politeknik Kesos Bandung ini akan melaksanakan kegiatan praktikum selama 2,5 bulan atau setara dengan bobot 6 SKS.

 

“Di Yayasan Kusuma Bongas yang menangani kasus eksploitasi anak dan anak korban trafficking, hingga korban HIV/ AIDS,” tegas Dosen Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung.

Menurut Ahmad Yaneri S.ST, M.Kesos, pertemuan serah terima mahasiswa praktikum yang dilakukan dengan penuh keakraban ini, dihadiri Ketua Yayasan Kusuma Bongas Sukim, Pembina Syarifudin dan Pengurus Nono Taryono serta sejumlah pengurus yayasan dengan para mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan praktikum.

 

Dia menjelaskan, bahwa para mahasiswa akan memadukan penguasaan teori untuk kemudian diaplikasikan ke dalam praktik pekerjaan sosial mulai dari intake dan engagement.

 

“Guna membangun relasi sosial dengan sasaran, melakukan assessment untuk mengetahui permasalahan, kebutuhan, serta potensi dan sumber yang dimiliki oleh sasaran,” jelasnya.

 

Ahmad Yaneri, S.ST, M.Kesos menambahkan, untuk kemudian dilanjutkan dengan rencana intervensi dalam merancang pemecahan masalah sampai dengan melaksanakan kegiatan intervensi untuk pemecahan masalah.

 

“Lalu kemudian melakukan evaluasi, teminasi dan rujukan,” tegas Dosen Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat ini.

 

Ahmad Yaneri, S.ST., M. Kesos menjelaskan kepada para mahasiswa praktikum tersebut, sudah waktunya mempraktikan keilmuan di dalam pekerjaan sosial yang sudah diperoleh selama 3 tahun di bangku perkuliahan.

 

“Untuk diaplikasikan dalam upaya pemecahan masalah terhadap kasus anak sebagai korban trafficking, atau eksploitasi anak dan korban HIV, AIDS di Yayasan Kusuma Bongas ini,” jelasnya.

 

Ahmad Yaneri S.ST, M.Kesos menuturkan, bahwa selama 2,5 bulan kedepan, para mahasiswa praktikum harus membangun relasi sosial/komunikasi dua arah dengan warga binaan dan berkonsultasi dengan pengurus yayasan.

 

“Sehingga latar belakang warga binaan, potensi diri, dan harapan untuk keluar dari masalah sosial dapat terpenuhi,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Ahmad Yaneri menegaskan, keberhasilan mahasiswa dalam melaksanakan praktikum, tidak sebatas fokus terhadap mengaplikasikan praktik pekerjaan sosial kepada warga binaan dan pengurus Yayasan, tetapi bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat.

 

“Dan jika memungkinkan dapat mengadvokasi dengan berkunjung ke pemerintah daerah untuk melakukan konsultasi dalam membantu warga binaan di Yayasan Kusuma Bongas,” tegasnya.

 

Selain itu, Ahmad Yaneri juga menuturkan bahwa profesi Pekerjaan Sosial akan dikategorikan berhasil apabila warga binaan yang menjalani pelayanan atau rehabilitasi, dapat hidup layak kedepan nya sesuai keterampilan dan keahlian yang diperolehnya dengan memberdayakan potensi diri dan lingkungan dimana ia tinggal.

 

“Jadi sikap mental sosial, percaya diri, keagamaan, keterampilan, dan niat untuk hidup lebih baik benar benar kita tanamkan kepada warga yang menjadi binaan kita dalam kegiatan praktikum ini,” tutup Ahmad Yaneri. ***Muhammad Shiddiq

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Ragam

Pertama kali, KPK Resmi Rekrut 50 CPNS baru

Pantausidang, Jakarta – Sebanyak 50 CPNS lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN-STAN) menjadi CPNS angkatan pertama yang bergabung langsung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Para lulusan dengan disiplin ilmu keuangan ini direkrut melalui kerja sama yang telah terjalin sebelumnya antara KPK dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Selamat datang, selamat bergabung dengan kami pejuang-pejuang Indonesia. Semangat! Lima puluh orang ini merupakan darah segar bagi KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Continue Reading

Ragam

Papdesi : Harmonisasi 21 Undang Undang dengan UU Desa, Lebih Penting Ketimbang 9 tahun Jabatan Kades

Ketua Umum Papdesi, Wargiyati menegaskan revisi diperlukan karena banyak peraturan yang tumpang tindih antara pemerintah pusat dengan Desa

Pengurus DPP PAPDESI soal Revisi UU Desa

Pantausidang, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera mensahkan Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Ketua Umum Papdesi, Wargiyati menegaskan bahwa revisi diperlukan karena banyak peraturan yang selama ini tumpang tindih antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Oleh sebab itu banyak permasalahan yang terjadi karena adanya multitafsir.

“Karena itu, kami mendesak agar Revisi UU Desa masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023. Dengan demikian pemerintah dan DPR RI dapat segera membahas dan mengesahkan revisi UU Desa,” katanya.


Continue Reading

Ragam

Warga Batu Ampar Bali Sambangi Kantor Watimpres, Adukan Penyerobotan Lahan

Bambang Slamet Riyadi (Kiri) dan Nyoman Tirtawan (Kanan)/foto istw.

Pantausidang, Jakarta – Perjuangan warga Dusun Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali untuk memperoleh kembali tanah mereka tak pernah pupus. Kali ini mereka mengadu ke Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rabu (1/2/2023).

Nyoman Tirtawan salah seorang perwakilan warga yang menyambangi kantor Wantimpres di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, mengaku diterima oleh Tim Ahli Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Politik Hukum dan Agraria Dr. Bambang Slamet Riyadi, SE.,SH.,MH.,MM.

“Kami melaporkan kepada tim ahli hukum Wantimpres, ada Bapak Bambang Slamet Riyadi, kami 55 warga Batu Ampar yang memiliki bukti kepemilikan tanah dan membayar pajak dari dulu sampai sekarang namun mereka diusir dan tanah mereka dicaplok dan dibangun hotel di atas tanah mereka,” katanya.

Continue Reading

Facebook

Tag

Covid-19

Worldwide

675,852,150
Kasus
6,768,076
Meninggal Dunia
648,156,186
Sembuh
Indonesia
  • Terkonfirmasi: 6,730,778
  • Meninggal Dunia: 160,826
  • Sembuh: 6,565,684