Connect with us

Vonis

Mayjen TNI Purn Kivlan Zein Dihukum 4,5 bulan

Oleh Majelis Hakim yang diketuai Agung Suhendro , Kivlan dinilai telah terbukti menguasai senjata api ilegal yakni empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam.

Jakarta, Pantausidang.com – Mayjen Purnawirawan Kivlan Zein akhirnya divonis 4 bulan 15 hari dalam perkara dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan 117 butir peluru tajam terkait aksi 21-22 Mei 2019 lalu

Oleh Majelis Hakim yang diketuai Agung Suhendro , Kivlan dinilai telah terbukti menguasai senjata api ilegal yakni  empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam.

Adapun pembelian senjata api dan peluru tersebut dibantu dan didanai oleh mantan politisi PPP Habil Marati senilai 15 ribu dolar singapura.

Kivlan Zein yang dinilai telah terbukti bersalah melanggar dakwaan jaksa Pasal 1 UU darurat no 12 tahun 1951.

” Mengadili , satu menyatakan terdakwa Kivlan Zein telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta menguasai dan menyimpan senjata api dan amunisi ” ujar hakim ketua Agung Suhendro dalam amarnya. Jumat ( 24/9/2021).

Jaksa penuntut umum Andry Saputra  menyatakan pikir pikir atas Vonis lebih ringan dari tuntutan yang diajukan sebelumnya yakni 7 bulan kurungan.

Sementara itu Kivlan Zein langsung menyatakan menolak putusan hakim karena pembelaan nya ditolak hakim ,dan akan ajukan banding ke pengadilan tinggi Dki dan menegaskan dirinya tidak bersalah dalam perkara ini.

” Saya menolak , karena tidak dimasukkan semua saksi termasuk pledoi saya dengan foto bukti fakta dan sebagainya ” ujar Kivlan.

Diusai sidang Kivlan menyatakan ketidakpuasannya meski tidak menjalani hukuman dia mengejar agar pengadilan menyatakan bebas murni .

Kivlan menilai kasus yang menimpanya hanya dendam Politik saja, bukan kriminal. *** Red

I am a Journalist who is working as a freelancer. I am living in jakarta, a crowded city of Indonesia. I am promoting for https://pantausidang.com

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Vonis

Dugaan Korupsi Dana PEN, Mantan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Divonis 3,5 Tahun

Pantausidang, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, akhirnya menjatuhkan hukuman 3 tahun 6 bulan kepada Andi Merya Mantan Bupati Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara, Senen 5 Desember 2022.

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu berupa pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujar Hakim Ketua Soeparman Nyompa pada amarnya.

Majelis Hakim Tipikor dalam pertimbangannya menilai Andi Merya telah terbukti bersalah melanggar seluruh unsur yang didakwakan Jaksa penuntut umum KPK.

Continue Reading

Banding

Dugaan Kriminalisasi Pengacara Andy Tediarjo Adukan Ke PT DKI, Tuntut Keadilan

Pantausidang, Jakarta- Proses hukum yang terjadi dalam gugatan laporan palsu yang dilakukan Juanda terhadap pamannya Andy Tediardjo The, dinilai tidak memberi rasa keadilan. Bahkan, ada kesan terjadi penyimpangan hukum, mengingat gegara laporan palsu Juanda, Sang Paman harus dikerangkeng selama 35 hari.

Merasa tidak puas dengan putusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara nomor 245/Pid.Sus/2022/PN JKT.SEL, kuasa hukum Andy Tediardjo pun menyurati Kepala Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, memohon keadilan.

“Kami menilai telah terjadi penyimpangan-penyimpangan selama proses hukum terhadap terdakwa Juanda yang jelas-jelas telah diputus bersalah oleh Hakim di PN Jaksel,” kata kuasa hukum Andy Tediardjo dari Kantor Hukum LSS & Partners ART, dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (7/11/2022).


Continue Reading

Video

Turut Rugikan Rp.2,3 Triliun, Mantan Dirut PNRI dan Ketua Pengadaan EKTP Di Vonis 4 Tahun

Pantausidang, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor akhirnya menjatuhkan vonis masing – masing 4 tahun pidana penjara, kepada dua terdakwa Ketua Tim Teknis Pengadaan Penerapan KTP Elektronik (e-KTP) Husni Fahmi dan eks Direktur Utama Perum (Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Isnu Edhi Wijaya.

Keduanya dinilai telah terbukti bersalah, pada putusan akhir sidang perkara dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 2010-2013, Senen 31 Oktober 2022.

Terdakwa Husni Fahmi dan Isnu Edhi Widjaja bersama-sama dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong, Anang Sugiana Sudihardjo selaku Direktur Utama PT Quadra Solution, Irman selaku dirjen Dukcapil,

Continue Reading

Facebook

Tag

Covid-19

Worldwide

650,733,507
Kasus
6,648,951
Meninggal Dunia
627,506,327
Sembuh
Indonesia
  • Terkonfirmasi: 6,686,181
  • Meninggal Dunia: 160,071
  • Sembuh: 6,478,450