Connect with us

Wisata

PPPI Nilai Makna Waisak Berkorelasi dengan Tuntutan Profesi Perawat

Published

on

Ketua Perkumpulan Perawat Pembaharuan Indonesia (PPPI), Sukendar

Jakarta, pantausidang – Perkumpulan Perawat Pembaharuan Indonesia (PPPI) menilik makna hari raya Waisak, bukan hanya bagi kehidupan masyarakat serta umat Buddha tapi juga profesi perawat yang peran dan fungsinya memberi layanan kesehatan tanpa memandang apapun status pasien. Ketika sedang memberi pelayanan kesehatan, perawat dituntut untuk bersikap lembut serta sabar saat berinteraksi dengan pasien.

“Waisak sebagai simbolisasi universal, welas asih. Prinsip utama ajaran agama Buddha, (yakni) metta atau cinta kasih. Perawat dituntut untuk bersikap sabar, lembut adalah bagian dari kode etik profesi. Berarti kedua prinsip tersebut berkorelasi,” kata ketua PPPI Sukendar.

Hari Raya Waisak, yang dirayakan setiap tahun oleh umat Buddha di seluruh dunia, bukan hanya memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama – kelahiran, pencerahan, dan wafatnya – tetapi juga memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan bermasyarakat. Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, Waisak 2570 BE menjadi momen refleksi dan introspeksi bagi umat Buddha untuk mengamalkan ajaran Buddha Gautama dalam kehidupan sehari-hari.

“Perawat berkewajiban memberi asuhan keperawatan secara holistik dan adil, tanpa melihat latar belakang suku, ras, agama dan status social pasien. Makna lain Waisak, bukan sekedar ritual agama Buddha, tapi sebagai momentum crucial untuk memperkuat fondasi kemanusiaan. Ini juga prinsip dan kode etik keperawatan,” kata Sukendar, seorang Muslim yang taat.

615 anggota merekatkan keberagamaan internal PPPI dengan baik. Hal tersebut wajar saja, mengingat para anggotanya datang dari berbagai latar belakang suku, agama, ras. Mayoritas memang beragama Islam, tapi ada juga perawat PPPI yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha. PPPI menyadari bahwa kekuatan organisasi yakni pada pluralisme anggotanya.

“Waisak mengingatkan semua pengurus, bahwa perbedaan keyakinan itu adalah kekayaan. Anggota PPPI, ada yang tugas di Tzu Chi hospital, di beberapa rumah sakit di pulau Bali, dan semua saling menghargai. kata kuncinya toleransi, anggota PPPI harus mengimplementasikan sikap welas asih sama seperti prinsip ajaran agama Buddha,” kata Sukendar. *** (Liu)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Waisak

Trending