Rilis
Masyarakat Wanam Dukung Kelanjutan PSN Food Estate
Warga Kampung Wanam menilai proyek strategis nasional membawa harapan baru bagi pembangunan infrastruktur dan lapangan kerja
Jakarta pantausidang, Papua Selatan – Masyarakat Kampung Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, membantah berbagai narasi yang menyebut pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di wilayah tersebut memicu eksodus warga dalam jumlah besar.
Warga yang ditemui di lokasi menegaskan hingga saat ini tidak pernah terjadi pengungsian massal sebagaimana sejumlah klaim yang beredar. Sebaliknya, mereka berharap pembangunan terus dilanjutkan karena dinilai dapat membuka akses infrastruktur, lapangan kerja, dan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Isu mengenai eksodus warga sebelumnya mencuat setelah sutradara film dokumenter “Pesta Babi”, Dandhy Dwi Laksono, menyampaikan narasi bahwa pembangunan PSN di Wanam berdampak pada perpindahan penduduk dalam jumlah besar serta pembukaan lahan berskala masif.
Namun berdasarkan keterangan warga dan temuan di lapangan, aktivitas pembangunan yang berlangsung saat ini masih berfokus pada pembukaan lahan sekitar 15 ribu hektare untuk mendukung pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, panel surya, kilang minyak, serta fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).
Selain itu, luas kawasan PSN Wanam disebut berada di kisaran satu juta hektare, bukan 2,5 juta hektare sebagaimana yang sempat dinarasikan.
Petani yang telah menetap selama sekitar 10 tahun di Wanam, Inosensio Sigipse, mengaku mendukung keberlanjutan proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan dapat membantu memperbaiki akses transportasi dan pemasaran hasil pertanian masyarakat.
“Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan. Supaya kita jual hasil tani lebih gampang,” kata Inosensio yang akrab disapa Papa Ino, Kamis 4 Juni 2026.
Ia menuturkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan. Hasil pertanian yang diperoleh warga belum selalu terserap pasar secara optimal.
Karena itu, kehadiran proyek pembangunan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
“Kalau ada pekerjaan di sana, kita yang nganggur bisa kerja juga,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Kleopas Mause, guru sekaligus Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Wanam. Ia mengatakan masyarakat sejak awal menerima kehadiran PSN karena dinilai membawa perubahan positif meski manfaatnya belum dirasakan secara merata.
“Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat kerja. Memang belum 100 persen, tapi sudah ada perubahan,” kata Kleopas.
Menurut dia, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah pembangunan infrastruktur dasar yang dapat memperlancar aktivitas ekonomi warga.
“Masyarakat masih jalan kaki bawa hasil ke perusahaan. Harapannya ada jalan yang layak sampai kampung, supaya hidup bisa lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Laurentius Gali Blagaise, menilai pembangunan mulai menunjukkan dampak positif bagi masyarakat lokal.

Salah satu tokoh Masyarakat Wanam Merauke, Papua Selatan, Laurentius Gali Blagaise
“Kalau saya lihat perubahan ini sudah bagus sekali. Masyarakat lokal juga sudah ada yang ikut kerja,” kata Laurentius yang akrab disapa Papa Lau.
Ia mengakui masih terdapat warga yang belum terserap dalam pekerjaan di kawasan proyek. Namun, menurutnya, peluang tersebut masih terbuka seiring berjalannya pembangunan.
“Masih banyak anak muda yang mau kerja. Harapannya bisa mengurangi pengangguran,” ujarnya.
Laurentius berharap pembangunan dapat mendorong kemajuan Wanam sehingga tidak tertinggal dibandingkan daerah lain.
“Kita mau Wanam bisa maju ke depan, sedikit demi sedikit lebih baik,” tuturnya.
Selain isu eksodus warga, informasi mengenai keberadaan 2.000 unit ekskavator di kawasan proyek juga disebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah alat berat yang telah terealisasi hingga saat ini baru mencapai ratusan unit.
Berbagai keterangan tersebut menunjukkan kondisi di Wanam berbeda dengan narasi yang menggambarkan terjadinya krisis kemanusiaan atau perpindahan penduduk secara besar-besaran. Sebaliknya, sebagian masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut berharap pembangunan PSN dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Latar belakang
Berdasarkan penelusuran Pantausidang, film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale menyoroti proyek pangan dan energi skala besar di Papua Selatan yang disebut mencapai sekitar 2,5 juta hektare dan berpotensi berdampak terhadap masyarakat adat.
Sementara itu, sejumlah pihak yang mendukung pengembangan kawasan pangan di Wanam menyatakan proyek food estate yang berjalan di Distrik Ilwayab, Merauke, berbeda dengan lokasi yang menjadi fokus dalam film tersebut. Mereka menyebut kawasan PSN Wanam dirancang sekitar 1 juta hektare dan ditujukan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Di sisi lain, sebagian kelompok masyarakat adat dan organisasi pendamping tetap menyuarakan keberatan terhadap sejumlah proyek pangan dan energi di Papua Selatan. Mereka menilai pengambilan kebijakan terkait perubahan status kawasan hutan perlu memperhatikan hak masyarakat adat dan prinsip persetujuan bebas tanpa paksaan (FPIC).
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan langsung dari Dandhy Dwi Laksono terkait pernyataan warga Wanam yang membantah adanya eksodus penduduk akibat pembangunan PSN di wilayah tersebut. *** (Red – Rilis)
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Saksi4 minggu agoEks Petinggi TaniHub Beberkan Pengambilan Keputusan Hingga Aliran Dana di Persidangan
-
Mahkamah Konstitusi3 minggu agoDharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK, Soroti Pasal KLB Hingga Ancaman Denda Rp500 Juta
-
Pemeriksaan Terdakwa3 minggu agoJPU Ungkap Shadow Organization GOTO oleh Nadiem Makarim
-
Dakwaan4 minggu agoPimpinan PT Blueray Cargo Didakwa: Suap Rp63 Miliar di Balik Lalu Lintas Impor


You must be logged in to post a comment Login