Connect with us

Nasional

FTI Usakti Gelar Penelitian, Sosialisasi Teknologi Pirolisis Energi Alternatif

Published

on

Advisor Rektor Usakti dan juga pengusaha, Sigit Samsu (ke 4 dari kanan, mengenakan kemeja putih) bersama para mahasiswa FTI Usakti (dok)

Jakarta, pantausidang — Teknologi pirolisis untuk konversi limbah plastik menjadi energi alternatif sebetulnya bukan sesuatu yang baru termasuk di lingkungan kampus termasuk fakultas Teknik industry (FTI) Universitas Trisakti (Usakti), tapi perlu upaya menyosialisasi pentingnya pemanfaatan energi alternatif secara simultan.

“(pirolisis) sebetulnya teknologi lama. sampah dari hidrokarbon bisa dikembalikan lagi menjadi hidrokarbon. Di lingkungan kampus, mengolah sampah plastic yang ada sudah berjalan dan tahap proses penelitian. Kami bekerjasama dengan swasta yang membiayai, yang sangat concern dengan energi alternatif. ”

” Kebetulan yang bersangkutan juga alumni Usakti,” Advisor Rektor Usakti dan juga pengusaha, Sigit Samsu mengatakan kepada Redaksi.

Proses pirolisis sampah plastik merupakan proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik melalui proses pemanasan dengan sedikit atau tanpa melibatkan oksigen.

Pada proses pirolisis senyawa hidrokarbon rantai panjang yang terdapat pada plastik diharapkan dapat diubah menjadi senyawa hidrokarbon yang lebih pendek dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.

“Alumni kami menyediakan alat dan kegiatan pelatihan yang bisa memberi manfaat untuk diversifikasi sumber energi. Kami punya dua lab (laboratorium) untuk kegiatan penelitian.”

” Yang satu, lab milik Balai Besar Pengujian Minyak dan gas Bumi Lemigas, dan satu lagi lab milik swasta. Ternyata hasil penelitian sangat prospektif. Tinggal, hasil penelitian didaftarkan untuk memiliki legalitas.”

” Laboratorium Bio Energi siap mengakomodasi berbagai eksperimen dan pengujian untuk mendukung pengembangan energi alternatif di Indonesia,” kata Sigit Samsu yang juga alumni fakultas teknik mesin Usakti.

Kegiatan penelitian tersebut sebetulnya juga rangkaian proses, langkah-langkah pengembangan teknologi pirolisis dengan kegiatan lainnya, yakni Vintage Land Rover. selain, ada inovasi seorang kakek lulusan SD yang berhasil mengelola sampah plastic menjadi BBM (bahan bakar minyak) menjadi lesson learned dan pembelajaran kepemimpinan yang berfokus pada kerja, semangat serta tekad.

Sosok Muryani (59) lulusan SD mampu menciptakan alat canggih diberi nama destilator, yang mampu mengubah sampah plastik menjadi tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) yakni premium, solar dan minyak tanah.

“Dia belajar otodidak untuk mengolah sampah plastic menjadi BBM. Ini proses Pirolisis, dekomposisi termal bahan organik pada suhu tinggi di bawah kondisi minim atau tanpa oksigen, yang secara inheren merupakan bentuk pemisahan kimia untuk memecah senyawa kompleks,” kata Chief Event Organizer (CEO) Vintage Land Rover.

Muryani awalnya sempat membagikan kepada orang di sekitarnya inovasinya sebagai pengganti bensin. Upaya dan tekadnya seiring sejalan dengan program kemandirian energy yang berbasis limbah.

Di sisi lain, rencana event Vintage Land Rover, melalui rute Anyer-Panarukan (jalan panjang yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels dari 1808–1811 akan berlangsung dalam waktu dekat. Jalan Anyer – Panarukan sepanjang 1009 kilometer, dulunya untuk pertahanan militer dan pos.

Ruas jalan yang membentang dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa. Itu jalan Daendels, dibuat utk mengantar surat dokumentasi sepanjang Pantai utara Jawa.

“Kami akan gelar event vintage land rover, mengadakan napak tilas, mengikuti jalur jalan pos Daendels. Pada setiap kota yang dilewati, ada kantor pos bersejarah. Kami berhenti di kantor pos yang bersejarah. Kita bagi dalam 100 etape krn pertimbangan, (Land Rover) mobil tua, 100 km/hari,” kata CEO Berkah Maju Sejahtera (Aerostarjet Aviation) exclusive Air Charter Provider. *** (Liu)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Trending