Connect with us

Ragam

Buron MS Rugikan Negara 290 Juta Rupiah berhasil diamankan Tabur Kejagung

Menurut Kapuspenkum, buron MS yang masuk DPO itu diamankan pada Rabu, 31 Agustus 2022, di Jakarta.
“Sekitar pukul 14:50 WIB di Jalan Rawajati Jakarta Selatan,”

Pantausidang, Jakarta – Kejagung amankan Buron MS tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi  Pembangunan Cold Storage, Penambahan Daya Listrik dan Pembelian Genset di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Atapupu pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2015.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Tersangka merupakan buron Kejagung yang merugikan negara sebesar Rp290 juta, yang berhasil diamankan oleh Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung RI.

“Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Belu,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Ketut Sumedana melalui keterangan pers yang diterima Pantausidang.com, Rabu, 31 Agustus 2022.

Menurut Kapuspenkum, buron MS yang masuk dalam DPO itu diamankan pada Rabu, 31 Agustus 2022, siang di Jakarta.

“Sekitar pukul 14:50 WIB yang bertempat di Jalan Rawajati Jakarta Selatan,” ujarnya.

Kapuspenkum menjelaskan, terkait identitas lengkap buron MS, dilahirkan di Sulawesi Tenggara, 10 September 1963, berusia 59 tahun. Seorang laki-laki berkewarganegaraan Indonesia. Dengan alamat tinggal Halte Utara VI Nomor 17/74, RT 004/RW002, Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kotamadya Bandung, beragama Islam yang bekerja sebagai Direktur CV. Fat Jaya (Wiraswasta), pendidikan terakhir Diploma III.

MS telah ditetapkan sebagai tersangka, berdasarkan Surat Penetapan Kepala Kejaksaan Negeri Belu Nomor: TAP-344/P.3.13/Fd.1/07/2016 tanggal 19 Juli 2016, terkait korupsi pembangunan cold storage, penambahan daya listrik dan pembelian genset di PPI Atapupu Dinas Kelautan dan Perikanan Belu tahun 2015 dengan total nilai proyek sebesar Rp1,5 miliar.

“Tersangka MS diamankan karena ketika dipanggil oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Belu, tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan oleh karenanya dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelasnya.

Kapuspenkum melanjutkan, setelah dipastikan keberadaannya,  berdasarkan pemantauan yang intensif, Tim Tabur langsung bergerak cepat untuk melakukan pengamanan.

“Saat ini, Tersangka MS dilakukan penahanan di Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk menunggu proses selanjutnya dari Penyidik Kejaksaan Negeri Belu,” lanjutnya.

Kapuspenkum menghimbau, melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum, dan pihaknya menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri.

“Dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tutupnya. ***Muhammad Shiddiq

Facebook

Advertisement

Tag

Trending

Ragam

Buron MS Rugikan Negara 290 Juta Rupiah berhasil diamankan Tabur Kejagung

Menurut Kapuspenkum, buron MS yang masuk DPO itu diamankan pada Rabu, 31 Agustus 2022, di Jakarta.
“Sekitar pukul 14:50 WIB di Jalan Rawajati Jakarta Selatan,”

Pantausidang, Jakarta – Kejagung amankan Buron MS tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi  Pembangunan Cold Storage, Penambahan Daya Listrik dan Pembelian Genset di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Atapupu pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2015.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Tersangka merupakan buron Kejagung yang merugikan negara sebesar Rp290 juta, yang berhasil diamankan oleh Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung RI.

“Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Belu,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Ketut Sumedana melalui keterangan pers yang diterima Pantausidang.com, Rabu, 31 Agustus 2022.

Menurut Kapuspenkum, buron MS yang masuk dalam DPO itu diamankan pada Rabu, 31 Agustus 2022, siang di Jakarta.

“Sekitar pukul 14:50 WIB yang bertempat di Jalan Rawajati Jakarta Selatan,” ujarnya.

Kapuspenkum menjelaskan, terkait identitas lengkap buron MS, dilahirkan di Sulawesi Tenggara, 10 September 1963, berusia 59 tahun. Seorang laki-laki berkewarganegaraan Indonesia. Dengan alamat tinggal Halte Utara VI Nomor 17/74, RT 004/RW002, Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kotamadya Bandung, beragama Islam yang bekerja sebagai Direktur CV. Fat Jaya (Wiraswasta), pendidikan terakhir Diploma III.

MS telah ditetapkan sebagai tersangka, berdasarkan Surat Penetapan Kepala Kejaksaan Negeri Belu Nomor: TAP-344/P.3.13/Fd.1/07/2016 tanggal 19 Juli 2016, terkait korupsi pembangunan cold storage, penambahan daya listrik dan pembelian genset di PPI Atapupu Dinas Kelautan dan Perikanan Belu tahun 2015 dengan total nilai proyek sebesar Rp1,5 miliar.

“Tersangka MS diamankan karena ketika dipanggil oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Belu, tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan oleh karenanya dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelasnya.

Kapuspenkum melanjutkan, setelah dipastikan keberadaannya,  berdasarkan pemantauan yang intensif, Tim Tabur langsung bergerak cepat untuk melakukan pengamanan.

“Saat ini, Tersangka MS dilakukan penahanan di Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk menunggu proses selanjutnya dari Penyidik Kejaksaan Negeri Belu,” lanjutnya.

Kapuspenkum menghimbau, melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum, dan pihaknya menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri.

“Dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tutupnya. ***Muhammad Shiddiq

Trending