Connect with us

Ragam

Jaksa Agung: Jaksa Jangan Malas Merantau, hanya disekitaran Sumatera

Ayo kenali budaya dan adat istiadatnya sehingga tahu penegakan hukum itu sangat fleksibel serta dinamis dengan memperhatikan kearifan lokal

Pantausidang, JakartaJaksa Agung Burhanuddin menyampaikan agar para Jaksa tidak malas merantau yang hanya berdiam diri di sekitaran Sumatera, karena Indonesia sangat luas dan indah, lantaran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya di Sumatera, Irian Jaya, Maluku, Sulawesi, Bali, dan sebagainya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

 

Hal itu disampaikan pada saat kunjungannya ke Kejaksaan Negeri Jambi yang didampingi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kepala Pusat Penerangan Hukum, Kepala Biro Kepegawaian dan Asisten Khusus Jaksa Agung pada Jumat 26 Agustus 2022.

 

“Ayo kenali budaya dan adat istiadatnya sehingga tahu penegakan hukum itu sangat fleksibel serta dinamis dengan memperhatikan kearifan lokal,” ujar Jaksa Agung kepada wartawan dalam keterangan pers yang diterima Pantausidang.com, Jum’at, 26 Agustus 2022.

Jaksa Agung mengungkapkan, bahwa beliau pernah menjadi Kasi Intelijen di Kejaksaan Negeri Jambi pada tahun 1998, sehingga menjadi sangat hafal budaya dan adat istiadat Jambi.

 

“Dan oleh karenanya Jambi sudah seperti kampung bagi dirinya,” ungkapnya.

 

Dalam kunjungannya di Kejaksaan Negeri Jambi, Jaksa Agung juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan mahasiswa magang dari Universitas Jambi yang berjumlah 6 (enam) orang.

 

Pada kesempatan tersebut, Burhanudin memerintahkan kepada Kejaksaan Tinggi Jambi agar kedepannya untuk membuka diri dengan seluruh perguruan tinggi seluruh Indonesia.

 

“Program magang ditambah menjadi 1 semester atau 6 bulan dengan harapan mereka yang magang dapat mendampingi Jaksa saat sidang, bisa belajar menyusun dakwaan, gugatan, membuat pendapat hukum (legal opinion),” tuturnya.

Harapan Jaksa Agung, ketika mereka selesai magang, dapat membuat tulisan atau skripsi dari kegiatan yang telah dijalani.

 

“Ini untuk mengganti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan skripsi mahasiswanya, kedepan kita juga akan menjajaki mata kuliah anti korupsi yang mana kita menyiapkan tenaga pengajarnya di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat anti korupsi di kalangan mahasiswa,” sambung dia.

 

Jaksa Agung juga mengatakan, di Kejaksaan Negeri Jambi memiliki sumber daya manusia yang terdiri Jaksa berjumlah 26 orang dan pegawai seluruhnya lebih dari 70 orang.

 

Hal ini merupakan modal yang cukup untuk melakukan penegakan hukum khususnya korupsi, namun demikian pencegahan dan pendampingan proyek-proyek strategis di daerah juga di optimalkan.

 

“Sehingga penegakan hukum tidak menggangggu proses pembangunan di daerah,” pungkasnya. ***Muhammad Shiddiq

Facebook

Advertisement

Tag

Trending