Connect with us

Ragam

KPK Periksa Tiga Saksi Dugaan Korupsi Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming

pemeriksaan saksi tiga orang tersebut yaitu, 1. Wawan Surya Direktur PT Permata Abadi Raya (PAR) Tahun 2013 s.d. 2020, 2. Fadli Ibrahim SH, Kabag Hukum Ditjen Minerba Kementerian ESDM tahun 2011, dan 3. Eka Risnawati Ibu Rumah Tangga

Pantausidang, JakartaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga orang saksi terkait Dugaan tindak korupsi dalam Pemberian Izin Usaha Pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu, untuk Tersangka mantan Mardani Maming (MM).

 

Kepala Bagian Pemberitaan (Kabag) KPK, Ali Fikri menyampaikan bahwa pada hari ini dilakukan pemanggilan saksi terhadap tiga orang untuk tersangka Mardani Maming.

 

“Pemeriksaan saksi Tindak Pidana Korupsi pemberian izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu,” kata Ali kepada wartawan di Jakarta, Senin, 29 Agustus 2022.

 

Menurut Ali, pemeriksaan ketiga saksi sesuai jadwal dilakukan di gedung KPK pada hari Senin ini.

 

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi Jl. Kuningan Persada Kav. 4 Jakarta,” ujarnya.

 

Adapun pemeriksaan saksi tiga orang tersebut yaitu, 1. Wawan Surya Direktur PT Permata Abadi Raya (PAR) Tahun 2013 s.d. 2020, 2. Fadli Ibrahim SH, Kabag Hukum Ditjen Minerba Kementerian ESDM tahun 2011, dan 3. Eka Risnawati Ibu Rumah Tangga.

 

Sebelumnya KPK melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke penyidikan dengan mengumumkan tersangka MM (Mardani H. Maming), Bupati Tanah Bumbu periode tahun 2010-2015 dan Tahun 2016-2018) pada Kamis (28/7).

 

“Untuk proses penyidikan, dilakukan upaya paksa penahanan bagi Tsk MM oleh Tim Penyidik selama 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 28 Juli 2022 s/d 16 Agustus 2022 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur,” kata Ali, Kamis, 28 Juli 2022 lalu.

 

Perkara ini berawal, diduga MM yang menjabat Bupati Tanah Bumbu periode tahun 2010 s/d 2015 dan periode tahun 2016 s/d 2018, memiliki wewenang yang satu diantaranya memberikan persetujuan izin usaha pertambangan operasi dan produksi (IUP OP) di wilayah Pemerintahan Daerah Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

 

Ditahun 2010, salah satu pihak swasta yaitu Henry Soetio selaku pengendali PT PCN (Prolindo Cipta Nusantara) bermaksud untuk memperoleh IUP OP milik PT BKPL (Bangun Karya Pratama Lestari) seluas 370 ha yang berlokasi di Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

 

Hal itu agar proses pengajuan peralihan IUP OP bisa segera mendapatkan persetujuan MM, Henry Soetio diduga juga melakukan pendekatan dan meminta bantuan pada MM selaku Bupati agar bisa memperlancar proses peralihan IUP OP dari PT BKPL ke PT PCN dimaksud.

 

Menanggapi keinginan Henry Soetio tersebut, diawal tahun 2011, MM diduga mempertemukan Henry Soetio dengan Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tanah Bumbu.

 

“Dalam pertemuan tersebut, MM diduga memerintahkan Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo agar membantu dan memperlancar pengajuan IUP OP dari Henry Soetio,” jelas Ali.

 

Ali membeberkan, bahwa pada Juni 2011, Surat Keputusan MM selaku Bupati tentang IUP OP terkait peralihan dari PT BKPL ke PT PCN ditandatangani MM dimana diduga ada beberapa kelengkapan administrasi dokumen yang sengaja di backdate (dibuat tanggal mundur) dan tanpa bubuhan paraf dari beberapa pejabat yang berwenang.

 

Peralihan IUP OP dari PT BKPL ke PT PCN diduga melanggar ketentuan pasal 93 ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 “Pemegang IUP dan IUPK tidak boleh memindahkan IUP dan IUPK-nya kepada pihak lain”.

 

MM juga meminta Henry Soetio agar mengajukan pengurusan perizinan pelabuhan untuk menunjang aktifitas operasional pertambangan dan diduga usaha pengelolaan pelabuhan dimonopoli PT ATU (Angsana Terminal Utama) yang adalah perusahaan milik MM.

 

Diduga PT ATU dan beberapa perusahaan yang melakukan aktifitas pertambangan adalah perusahaan fiktif yang sengaja dibentuk MM untuk mengolah dan melakukan usaha pertambangan hingga membangun pelabuhan di Kabupaten Tanah Bumbu.

 

Adapun perusahan-perusahaan tersebut susunan direksi dan pemegang sahamnya masih berafiliasi dan dikelola pihak keluarga MM dengan kendali perusahaan tetap dilakukan oleh MM.

 

Ditahun 2012, PT ATU mulai melaksanakan operasional usaha membangun pelabuhan dalam kurun waktu 2012 s/d 2014 dengan sumber uang seluruhnya dari Henry Soetio dimana pemberiannya melalui permodalan dan pembiayaan operasional PT ATU.

 

Diduga terjadi beberapa kali pemberian sejumlah uang dari Henry Soetio pada MM melalui beberapa perantaraan orang kepercayaannya, dan atau beberapa perusahaan yang terafiliasi dengan MM, yang kemudian dalam aktifitasnya dibungkus dalam formalisme perjanjian kerjasama underlying, guna memayungi adanya dugaan aliran uang dari PT PCN melalui beberapa perusahaan yang terafiliasi dengan MM tersebut.

 

“Uang diduga diterima dalam bentuk tunai maupun transfer rekening dengan jumlah sekitar RP104, 3 Miliar dalam kurun waktu 2014 s/d 2020,” bebernya.

 

Ali menegaskan, praktik suap perizinan seringkali menjadi pintu awal terjadinya rantai korupsi pada proses bisnis berikutnya, dan menjadi salah satu modus korupsi yang rentan terjadi di berbagai sektor pelayanan publik.

 

KPK berharap modus ini tidak kembali terulang, terlebih pada sektor pertambangan, yang merupakan salah satu kekayaan sumber energi Indonesia dan dibutuhkan masyarakat luas.

 

“Korupsi pada sektor sumber daya alam memiliki dampak domino dan sosial yang tinggi. Karena tidak hanya mengakibatkan kerugian negara ataupun ekonomi nasional, tapi juga bisa berdampak pada kerusakan lingkungan,” pungkasnya.

 

Atas perbuatannya tersebut Tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. ***Muhammad Shiddiq

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Ragam

Menteri BUMN Erick Thohir Resmi Bermarga Sidabutar

Pantausidang, Samosir – Menteri BUMN, Erick Thohir resmi menyandang marga Sidabutar. Peresmian Erick Thohir menjadi marga Sidabutar dilakukan lewat upacara adat Batak di Lopo Hotel, Tomok, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (26/11/2022).

Acara peresmian Erick Thohir menjadi marga Sidabutar, merupakan rangkaian kegiatan dari Menteri BUMN Erick Thohir, pada acara Tao Toba Heritage Fest untuk mempromosikan pariwisata Danau Toba.

Dalam kesempatan itu, Erick mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Bangso Batak, bangsa yang terkenal kaya akan budaya, penuh sejarah dengan masyarakat kekeluargaan yang kerja keras.



“Penyematan marga Sidabutar dan upacara adat yang berlangsung siang ini adalah satu dari seribu contoh keragaman budaya Indonesia yang bisa menjadi potensi besar pariwisata ke depan,” ujarnya.

“Hormat saya setinggi-tingginya untuk Amang Hari Boss Sidabutar yang telah menjadikan saya sebagai keluarga,” ungkapnya.

Rangkaian acara diawali dengan kebaktian lalu mangalahat horbo dipadu iringan tor tor. prosesi dihadiri keluarga Sidabutar di Tomok.

Orangtua Angkat Erick, Harry Boss Sidabutar sekaligus ketua panitia Tao Toba Heritage Fest mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Menteri BUMN itu telah memilih Sidabutar menjadi marganya.

“Saat ini Erick telah menjadi Marga Sidabutar dari generasi ke 10 Raja Oppung Sori Buttu Sidabutar dan anak ke 4 dari Harry Boss Sidabutar keluarga Marga Sidabutar ke 8” katanya.

Sementara itu,Ketua Umum Pospera,Mustang Bonaventura Manurung dalam kata sambutan nya menyampaikan sejak hari ini Erick Thohir harus menambahkan marga di namanya.

“Menteri harus memanggil saya tulang, dan Erick merupakan bere saya” jelasnya.

Acara mangain anak ini juga turut dihadiri Sekjen Pospera, Adian Napitupulu, Bupati Samosir, Vandiko Gultom dan sejumlah staff BUMN.

Usai dilakukan upacara adat pengangkatan anak dan pemberian marga, dilakukan juga mangalahat horbo, dimana merupakan ritual tertua suku batak toba. Mangalahat horbo merupakan ritual agung suku batak dan bentuk rasa sukur kepada leluhur.

Di akhir Erick Thohir Sidabutar, mengatakan sebagai orang batak dirinya akan membangun kampung halaman nya Samosir.

“Nanti kita akan bangun museum batak di Samosir,guna kemajuan pariwisata yang ada disini” katanya. *** Diurnawan

Continue Reading

Ragam

Soal Tudingan Miring, Kabareskrim : Kematian Brigadir Yoshua Aja Mereka Tutupi

Pantausidang, Jakarta – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Agus Andrianto akhirnya bersuara terkait testimoni Aiptu Ismail Bolong dan beredarnya LHP DivPropam yang menyebut dirinya menerima setoran dari hasil tambang ilegal di Kalimantan Timur, Jumat (25/11/2022).

Melalui keterangan tertulisnya kepada awak media, Komjen Agus menyampaikan tanggapannya terkait isu yang beredar di ruang publik yang menyeret namanya.

“Saya ini penegak hukum, ada istilah bukti permulaan yang cukup dan bukti yang cukup, maklum lah kasus almarhum Brigadir Yoshua aja mereka tutup-tutupi”, ujarnya.

Continue Reading

Ragam

Polda Sumut Salurkan 10.000 Paket Bansos Kepada Masyarakat Kurang Mampu

Pantausidang, Medan – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) akan menyalurkan 10.000 paket bansos dari Kapolri dan Kapolda Sumut kepada masyarakat yang kurang mampu.

Kapolda Sumut melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan paket sembako dari Kapolri yang akan disalurkan berupa beras dan sembako tambahan dari Kapolda Sumut.

“Polda Sumut telah menyalurkan bantuan sosial dari Kapolri berupa beras dan dari Kapolda Sumut sembako tambahannya seperti gula, minyak goreng dan mie instan,” ujar Hadi, Jumat (25/11/2022).

Continue Reading

Facebook

Tag

Covid-19

Worldwide

646,065,431
Kasus
6,636,120
Meninggal Dunia
624,572,707
Sembuh
Indonesia
  • Terkonfirmasi: 6,650,244
  • Meninggal Dunia: 159,676
  • Sembuh: 6,429,987