Connect with us

Ragam

Wisdom Ahli Spesies Tulang DR Dr Adrian Khu Sp OT (Part one)

Saat ini ia telah menjadi seorang ahli spesialis tulang sangat terkenal di kota Medan yaitu Dr. Dr Adrian Khu, Sp OT, FICS,AIFO-K.

Dr. Dr Adrian Khu, Sp OT, FICS, AIFO-K (kiri) dan Setia Widjaja

Pantausidang, Jakarta – Setiap kali saya mudik ke kota Medan, saya selalu berupaya menemui seorang sahabat sewaktu kami di SMA yang hari ini sudah menjadi orang terkenal.

Di tengah kesibukan membuka layanan sebagai seorang Dokter spesialis tulang, jadwal mengajar yang padat di beberapa kampus, melakukan operasi tulang di Rumah Sakit Royal Prima,

Memimpin Akademi Columbia Asia yaitu akademi keperawatan dan Stikes (Sekolah Tinggi Kesehatan Langsa)

Serta kesibukan bersama keluarga, sahabat ini selalu berkenan meluangkan waktu saat saya berada di kota Medan.

“Abang Setia sudah kami anggap bagian dari keluarga” begitu respon spontan saat saya bertanya mengapa di tengah kesibukannya yang padat masih berkenan meluangkan waktu menerima kehadiran saya?

Sebuah jawaban yang membuat saya terharu, bangga, hormat dan mengagumi kebaikannya.

Tulisan ini dipersembahkan sebagai wujud konkrit indahnya persahabatan yang terjalin diantara kami.

Semoga tulisan ini memberikan inspirasi kepada kita tentang arti sebuah tekad perjuangan, pengorbanan, doa serta pentingnya dukungan dari keluarga dan banyak pihak guna mewujudkan keberhasilan sebuah cita cita.


Sahabat ini, lahir di kota Medan pada tahun 1968. Pada usia tujuh hari, sudah kehilangan mama. Ia di besarkan oleh keluarga mama sampai lulus sekolah SMA.

Dengan dukungan dan kasih sayang dari keluarga mama membuatnya bertekad untuk menjadi manusia yang berarti bagi diri, keluarga, orang lain dan masyarakat luas.

Sejak kecil Ia sudah berprinsip tidak akan menerima uang apabila tidak memberikan kontribusi kepada orang lain. Ia pernah jadi supir, sales, dan mengajar les saat mengambil kuliah di fakultas kedokteran.

“Lebih baik mati saat wisuda jadi Dokter daripada hidup tetapi tidak jadi Dokter. Saya harus berhasil jadi Dokter”

begitu tekad kuat membara dalam diri yang merobohkan segala tantangan saat memperjuangan cita citanya.

Ia berhasil meraih gelar Dokter dari Universitas Methodist Indonesia , Universitas Kebangsaan Malaysia, Universitas Hasanuddin Makasar serta meraih S3 di Universitas Andalas Padang.

Ia juga sempat menimba ilmu kedokteran di berbagai negara seperti di Jerman Krankenhaus Hospital dan di Korea Samsung Hospital.

Bahkan pernah tampil sebagai pembicara di acara World Conference Exercise Medicine pada bulan september 2018 di Malaysia.

Saat ini ia telah menjadi seorang ahli spesialis tulang sangat terkenal di kota Medan yaitu Dr. Dr Adrian Khu, Sp OT, FICS,AIFO-K.

Dr Adrian Khu adalah sosok dokter yang berhati mulia. Saya melihat sendiri ketika menyempatkan diri berkunjung di kliniknya di jalan Sutrisno No.131 kota Medan yang di kunjungi oleh banyak pasien dari berbagai kalangan.

Adrian Khu selalu melayani dengan ramah semua pasien tanpa membeda bedakan dari kalangan berada atau sederhana.

Mengapa bersikap begitu ramah terhadap pasien yang berasal dari kalangan sederhana?,

Adrian Khu dengan tersenyum menjawab “karena yang membuat saya terkenal adalah mereka. Saat pertama kali buka praktek sebagai dokter di tahun 1994, yang menjadi pasien saya adalah mereka yang berasal dari kalangan sederhana.

Saya tentu ingin membalas kebaikan yang saya terima dengan memberikan layanan sebaik mungkin terhadap mereka”. *** Liu

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Ragam

Pertama kali, KPK Resmi Rekrut 50 CPNS baru

Pantausidang, Jakarta – Sebanyak 50 CPNS lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN-STAN) menjadi CPNS angkatan pertama yang bergabung langsung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Para lulusan dengan disiplin ilmu keuangan ini direkrut melalui kerja sama yang telah terjalin sebelumnya antara KPK dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Selamat datang, selamat bergabung dengan kami pejuang-pejuang Indonesia. Semangat! Lima puluh orang ini merupakan darah segar bagi KPK,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Continue Reading

Ragam

Papdesi : Harmonisasi 21 Undang Undang dengan UU Desa, Lebih Penting Ketimbang 9 tahun Jabatan Kades

Ketua Umum Papdesi, Wargiyati menegaskan revisi diperlukan karena banyak peraturan yang tumpang tindih antara pemerintah pusat dengan Desa

Pengurus DPP PAPDESI soal Revisi UU Desa

Pantausidang, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera mensahkan Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Ketua Umum Papdesi, Wargiyati menegaskan bahwa revisi diperlukan karena banyak peraturan yang selama ini tumpang tindih antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Oleh sebab itu banyak permasalahan yang terjadi karena adanya multitafsir.

“Karena itu, kami mendesak agar Revisi UU Desa masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023. Dengan demikian pemerintah dan DPR RI dapat segera membahas dan mengesahkan revisi UU Desa,” katanya.


Continue Reading

Ragam

Warga Batu Ampar Bali Sambangi Kantor Watimpres, Adukan Penyerobotan Lahan

Bambang Slamet Riyadi (Kiri) dan Nyoman Tirtawan (Kanan)/foto istw.

Pantausidang, Jakarta – Perjuangan warga Dusun Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali untuk memperoleh kembali tanah mereka tak pernah pupus. Kali ini mereka mengadu ke Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rabu (1/2/2023).

Nyoman Tirtawan salah seorang perwakilan warga yang menyambangi kantor Wantimpres di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, mengaku diterima oleh Tim Ahli Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Politik Hukum dan Agraria Dr. Bambang Slamet Riyadi, SE.,SH.,MH.,MM.

“Kami melaporkan kepada tim ahli hukum Wantimpres, ada Bapak Bambang Slamet Riyadi, kami 55 warga Batu Ampar yang memiliki bukti kepemilikan tanah dan membayar pajak dari dulu sampai sekarang namun mereka diusir dan tanah mereka dicaplok dan dibangun hotel di atas tanah mereka,” katanya.

Continue Reading

Facebook

Tag

Covid-19

Worldwide

675,852,150
Kasus
6,768,076
Meninggal Dunia
648,156,186
Sembuh
Indonesia
  • Terkonfirmasi: 6,730,778
  • Meninggal Dunia: 160,826
  • Sembuh: 6,565,684