Connect with us

OTT

Bupati Lombok Barat Tampak Linglung saat Tiba di Gedung KPK

Published

on

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (tengah) tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin malam (20/7/2026). Foto: Sabir Laluhu.

Jakarta, pantausidang – Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini hanya bisa terdiam dan tertunduk saat tiba Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin malam (20/7/2026).

Pantauan Pantausidang di lokasi, Lalu Ahmad Zaini turun dari mobil operasional KPK dengan diapit tim KPK dan petugas kepolisian sekitar pukul 21.59 WIB.

Zaini terlihat mengenakan kemeja biru langit, celana dan jaket krem, topi biru dongker, dan masker putih. Dia menggenggam sebotol air mineral dan memanggul tas hitam.

Zaini lebih banyak menunduk saat sorotan kamera para jurnalis mengarah ke wajahnya. Dia terdiam meski dicecar dengan berbagai pertanyaan oleh para jurnalis. Sorot matanya nanar. Zaini seolah linglung.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, tim KPK melakukan operasi tangkap (OTT) terhadap 19 orang termasuk Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di sejumlah lokasi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin pagi (20/7/2026). Zaini diciduk di rumah dinas Bupati. Dari 19 orang itu, tujuh orang termasuk Zaini dibawah ke Gedung Merah Putih KPK.

“Para pihak yang diamankan sudah tiba di gedung Merah Putih KPK, sekitar pukul sepuluh malam ini. Selanjutnya tim akan melakukan pemeriksaan intensif,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin malam (20/7/2026).

Uang Ratusan Juta dan Pengurusan Proyek

Budi mengatakan, tim KPK sempat melakukan pemeriksaan awal terhadap Lalu Ahmad Zaini dan 18 orang lainnya di Mako Brimob Lombok Barat. Menurut Budi, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Lalu Ahmad Zaini dan lain-lain.

“Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, uang yang diamankan senilai ratusan juta dan juga beberapa dokumen terkait,” ungkap Budi.

Dari 18 orang selain Zaini, terdapat unsur pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan unsur swasta termasuk kontraktor proyek. Budi memastikan, penyidik melakukan penangkapan Zaini dan 18 orang lainnya setelah atau sesaat setelah terjadinya dugaan transaksi serah-terima uang untuk pengurusan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

“Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat,” tandas Budi. *** (Sabir Laluhu)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Jurnalis Senior | Penulis Buku "Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi" | Penulis Trilogi Buku "Membendung Korupsi Demi Negeri" | Editor & Co-writer Buku "Potret Business Judgment Rule: Praktik Pertanggungjawaban Pengelolaan BUMN"

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Cuaca Hari Ini

Trending