Niaga
Mobilitas dengan EV di Tempat Wisata Semakin Masif

Secara global pariwisata menyumbang sekitar 8% emisi Gas rumah kaca dunia. 40% emisi berasal dari transport dan 19% dari Listrik yang dibeli.
“Berbagai program internasional mendukung low carbon tourism. Dengan mengadopsi EV, sektor hospitality mengurangi biaya operasional, buka akses baru seperti carbon credits, green branding premium, pengalaman tamu yang lebih bersih,” kata mantan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub (November 2017 – Juni 2022)
Kondisi di negara-negara anggota ASEAN, EV roda dua dan tiga sudah mendominasi kepemilikan kendaraan serta perjalanan harian, wisata dan logistic. Studi dan diskusi regional misalnya ITDP (Institute for Transportation and Development Policy) Indonesia, peran krusial motor Listrik untuk transportasi inklusif dan low-carbon , sangat umum untuk perjalanan jarak pendek dan last-mile.

Chairman AISMOLI, Budi Setiyadi (ke 3 dari kiri), _chairwoman_ Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia (GPHRI) Vera Umbara (tengah), para pengusaha hospitality.
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
Healthy4 minggu agoRebranding Sapphire Sky Karawaci, Bupati Tangerang dan PHRI Beri Apresiasi
Nasional4 minggu agoIPW Desak KKP Usut Beneficial Owner PT Mega Marine Pride (MMP) dan PT Baramuda Bahari
Ragam4 minggu agoMYFEST 2026 Hadirkan Ajang Kompetisi Pelajar Untuk Berkarya Dan Berprestasi
Gugatan4 minggu agoKasus Wanprestasi, Suami Artis Poppy Bunga Digugat ke PN Jakarta Barat
























You must be logged in to post a comment Login