Connect with us

Healthy

Upaya Kemenkes Tekan Kasus Stroke, Prof. Satyanegara Terapkan Formulasi secara Simultan   

Published

on

Ahli bedah saraf, Prof. Satyanegara (tengah) didampingi asistennya, memberikan presentasi _The Future of Medical Science_ di depan ratusan peserta PIT ke 30 PERSPEBSI

“Terapi medis ke depannya termasuk menahan laju kasus stroke di Indonesia, bisa dengan bantuan teknologi AI ( Artificial Intelligence ). Dari semua metode terintegrasi, (yakni) modifikasi epigenetic, pengaturan sinyal kimia. Selain, upaya meregenerasi, mengangkat serta mengganti jaringan/organ atau yang umum disebut implant ,” kata Prof. Satyanegara, Satyanegara, yang diundang sebagai salah satu pembicara pada PIT ke 30 PERSPEBSI di Batam, prov. Kepri.

Tingginya jumlah kasus stroke pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah harus dengan ratio dokter spesialis bedah saraf dengan keahlian khususnya. Misalkan daerah tertentu, penyakit stroke lebih banyak diderita pasien terkait gangguan pembuluh darah. Kalau yang seperti itu, jumlahnya sudah sesuai dengan target yang dicanangkan PERSPEBSI.

Target sudah tercapai, pusat pendidikan, PPDS (program pendidikan dokter spesialis) sudah bertambah. Dulunya hanya Jakarta, Bandung, Surabaya, sekarang PPDS sudah ada di Medan, Makasar, Bali. Semakin lama, upaya penanganan stroke bisa semakin meningkat.

PPDS dengan kelulusan pada dokternya juga difokuskan dengan keterampilan serta alat-alat kesehatan (alkes) semakin high tech. kalau satu daerah dengan penduduk yang tidak banyak, upaya menyiapkan MRI (magnetic resonance imaging ) untuk pemeriksaan tubuh pasien juga merupakan tantangan lain.

“Sehingga upaya mencegah timbulnya factor risiko stroke, harus terintegrasi. Selain modifikasi genetik dan epigenetic serta implant , ada terapi stimulasi listrik pada arus ke saraf dan otot,” kata Prof. Satyanegara.*** (Red)

Para pembicara dan peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke 30 Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI) berfoto bersama di sela acara yang berlangsung selama dua hari (27 - 28 Agustus) di Batam, Prov. Kepri

Para pembicara dan peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke 30 Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI) berfoto bersama di sela acara yang berlangsung selama dua hari (27 – 28 Agustus) di Batam, Prov. Kepri

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Laman: 1 2

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Cuaca Hari Ini

Trending