Healthy
HUT ke 35 RSSN, Prof. Satyanegara Ceritakan Suasana Lobbying Komut
Jakarta, pantausidang — Ahli bedah saraf senior, Prof. Satyanegara menceritakan kilas balik menit-menit komisaris utama (Komut) Rumah Sakit Satya Negara (RSSN) Sunter, Jakarta Utara melakukan lobbying (lobi) untuk bergabung dan membangun pelayanan kesehatan berkualitas, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat. tepatnya, Agustus 2004, Komut mengundang makan Prof. Satyanegara dan beberapa dokter ahli bedah saraf di satu restoran di Jakarta.
Di sela makan malam, Komut mengutarakan membangun RSSN dengan sumber daya tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) yang efektif dan efisien.
“Saya masih ingat suasana pertemuan. waktu itu, saya masih berusia 65 tahun. saya sempat mangut-mangut (merespons ajakan Komut). Saya bilang, (bahwa) usia saya mungkin sudah tidak produktif lagi,” cerita Prof. Satyanegara saat memberi kata sambutan pada Perayaan HUT ke 35 RSSN di Sapphire Sky hotel, Karawaci Banten.
Tapi Komut merespons balik dengan kata-kata yang sarat motivasi. Dari situ, Prof. Satyanegara akhirnya mengamini ajakan komut untuk membangun dan meningkatkan kinerja pelayanan RSSN.
“Setelah melewati usia 75 tahun, 80 tahun, 85 tahun, bahkan tidak lama lagi, usia saya 88 tahun, saya masih bisa berdiri disini (panggung perayaan HUT ke 35 RSSN). Saya juga masih menulis buku-buku ilmu bedah saraf,” kata Prof. Satyanegara.

Pemotongan tumpeng dalam perayaan Hut ke 35 RSSN,oleh direksi, komisaris, para pemegang saham
RSSN telah menempuh perjalanan panjang sejak pertama kali di buka pada tahun 1991. Management termasuk komut, para pemegang saham, direksi bekerja keras menumbuh-kembangkan dari RS Sunter Agung (management lama) menjadi salah satu rumah sakit terkemuka.
Tahun 2004 merupakan transformasi pertama SN untuk menjadikan RSSN sebagai rumah sakit unggulan dalam bidang bedah saraf. Tim bedah saraf dipimpin oleh Prof. DR. Satyanegara, MD, Sp.BS yang merupakan Dokter ahli bedah saraf utama di Indonesia dan di dunia internasional serta merupakan salah satu Tim Dokter Kepresidenan Republik Indonesia terdahulu.
“Banyak rumah-rumah sakit baru, bahkan alkes (alat kesehatan) yang high tech. Kami tetap melayani terutama untuk pasien kelas menengah ke bawah dengan alkes yang luar biasa juga,” kata Prof. Satyanegara
Di tempat yang sama, Dirut RSSN dr. Ocky Melati Indah Sari, M.P.H, melihat angka ‘35’ (tiga puluh lima) bukan sebatas perlambangan, tetapi lebih dari itu. Selama 35 tahun, tim medis dan tim nakes terus bekerja menghadirkan harapan untuk pasien, terus melangkah menjadi lebih baik.
“Kami menyebut dengan Tim Hebat RSSN. Sehingga tema perayaan HUT ke 35, ‘Tumbuh dalam kepedulian, uggul dalam pelayanan.’ Semangat kami seiring sejalan dengan nilai nilai care, compassion, accountability, respect, excellent,” kata dr. Ocky Melati Indah Sari. *** (Liu / Red)

Tim medis, nakes, komisaris, para pemegang saham berfoto bersama pada perayaan HUT ke 35 RSSN di Sapphire Sky hotel, Karawaci Banten
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Ragam4 minggu agoUmar Key Paparkan Kronologi Penyelesaian Kewajiban BMS kepada Pasar Jaya di Rapat Pansus
-
Ragam4 minggu agoSambut Dekan Baru, Alumni FH Universitas Pancasila Siapkan Database dan Pelatihan Lulusan
-
Tersangka4 minggu agoKPK Tahan 4 Tersangka Dugaan Korupsi Komisi Asuransi Pelni-Jasindo
-
Banding4 minggu agoKPK Banding Vonis Abdul Wahid Cs di Perkara Korupsi Pemprov Riau


You must be logged in to post a comment Login