Ragam
Tolak Sikap WALHI soal Revitalisasi Tambak Pantura, KOPAAAS Minta Audit Dana Asing
Soroti Pendanaan WALHI
Selain persoalan revitalisasi tambak, KOPAAAS juga mempertanyakan sumber pendanaan WALHI. Afrudin menyebut pihaknya meminta transparansi terhadap penerimaan dana yang menurut mereka diduga berasal dari lembaga donor atau filantropi internasional.
Dalam pernyataan sikapnya, KOPAAAS menyinggung nama Ford Foundation dan Packard Foundation serta menyebut nilai pendanaan yang mereka klaim mencapai sekitar 3 juta dolar Amerika Serikat.
Namun, angka dan tudingan tersebut merupakan pernyataan KOPAAAS dalam aksi demonstrasi dan belum mendapat konfirmasi dari WALHI maupun pihak lembaga donor yang disebut.
“Kami meminta adanya audit terhadap keuangan ataupun aset WALHI yang diperoleh dari pihak asing. Ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas lembaga,” ujar Afrudin.
KOPAAAS juga menuding WALHI membawa konsep asing dalam advokasi lingkungan serta memengaruhi masyarakat untuk menolak sejumlah program strategis nasional.
Tudingan tersebut disampaikan KOPAAAS sebagai alasan untuk meminta audit terhadap pendanaan maupun aset WALHI yang disebut berasal dari pihak asing.

Tiga Tuntutan KOPAAAS
Dalam aksi tersebut, KOPAAAS menyampaikan tiga tuntutan.
Pertama, mendesak WALHI dibubarkan. Kedua, meminta dilakukan audit terhadap keuangan dan aset WALHI yang diperoleh dari pihak asing. Ketiga, menyatakan dukungan terhadap program strategis nasional yang berkaitan dengan ketahanan pangan di wilayah Pantura.
“Kami menyampaikan sikap ini karena melihat pentingnya program ketahanan pangan nasional dan perlunya transparansi terhadap sumber pendanaan organisasi yang terlibat dalam isu kebijakan publik,” kata Afrudin.
Hingga berita ini diterbitkan, WALHI belum memberikan tanggapan mengenai tudingan terkait sumber pendanaan maupun aktivitas organisasinya yang disampaikan KOPAAAS.
KOPAAAS menyatakan aksi tersebut akan dilanjutkan pada Selasa (29/9/2026). *** (Red)
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Ragam4 minggu agoDituntut 8,5 Tahun, Gama Ginta Minta Dibebaskan
-
Penyidikan3 minggu agoMemutar Haluan Mengusut Raja Juli Antoni
-
Penyidikan3 minggu agoKPK “Istimewakan” Raja Juli Antoni di Kasus Kuansing
-
Niaga3 minggu agoProdusen Indonesia Optimis Bisnis Pet Food, Belajar dari Pengalaman selama Covid


You must be logged in to post a comment Login