Nasional
LPSK Ungkap Tiga Ancaman Teror ke Keluarga Arya Daru, DPR Dorong Gelar Perkara Khusus
Jakarta, pantausidang– Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkap adanya tiga bentuk ancaman yang dialami keluarga diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), pasca kasus kematiannya mencuat.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua LPSK Susilaningtias, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI, Selasa (30/9/2025).
LPSK sebelumnya menerima permohonan perlindungan dari enam anggota keluarga ADP pada 10 September 2025.
Menurut Susi, panggilan akrabnya Susilaningtyas, laporan yang masuk tidak hanya terkait aspek hukum. Tetapi juga mencakup dugaan ancaman serius yang kini tengah didalami tim penelaahan LPSK.
“LPSK sudah mulai melakukan investigasi dan pengumpulan informasi dari berbagai pihak. Namun hasil penelaahan masih berjalan,” kata Susi.
Ia menegaskan bentuk perlindungan akan ditentukan berdasarkan analisis risiko, mulai dari pendampingan hukum hingga pengamanan fisik dan pengawalan.
Selain itu, LPSK berencana melakukan asesmen psikologis terhadap keluarga korban untuk memastikan kondisi mental mereka tetap terjaga selama proses hukum berlangsung.
LPSK juga membuka opsi penyelidikan ulang, termasuk ekshumasi jenazah, analisis ulang hasil otopsi, hingga pemeriksaan percakapan di ponsel ADP.
“Apabila ada pihak yang bersedia menjadi saksi atau saksi pelaku (justice collaborator), LPSK siap memberikan perlindungan,” tegas Susi.
Dukungan penuh terhadap langkah keluarga dan LPSK juga datang dari Komisi XIII DPR RI. Ketua rapat, Andreas Hugo Pareira dari Fraksi PDIP menilai, masih banyak fakta yang belum diungkap terkait kasus Arya Daru.
DPR pun meminta Presiden menginstruksikan Kapolri menuntaskan kasus secara transparan dan akuntabel.
“Komisi XIII merekomendasikan agar LPSK terus mendampingi keluarga korban dan mendorong digelarnya gelar perkara khusus,” ujar Andreas.
“LPSK harus proaktif membuka perlindungan bagi siapa pun yang punya informasi, tapi masih ragu untuk bersuara,” tutup Andreas. *** (AAY)
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Nasional3 minggu agoMendikdasmen: Sekolah Nasional Terintegrasi Buton Tengah Dibangun dan Beroperasi Tahun 2026
-
Penyidikan3 minggu agoGaya Koboi Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Keruk Rp13,15 Miliar
-
Nasional3 minggu agoAtasi Kesenjangan Pendidikan, Pemerintah Targetkan 500 SNT hingga 2029
-
Geledah4 minggu agoKPK Temukan Bukti Dugaan Keterlibatan Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi


You must be logged in to post a comment Login