Connect with us

Kasasi

Tim Tabur Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Korupsi Paulus Iwo

Selasa 21 September 2021 pukul 08.50 WIB, Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejari Manado dan Kejari Jakarta Timur berhasil mengamankan Buronan Korupsi Paulus Iwo

Pantausidang, Jakarta – Tim Tabur Kejaksaan Agung berhasil menangkap Paulus Iwo Direktur PT. Triofa Perkasa terpidana Korupsi proyek Penerangan Jalan Umum pada Dinas Tata Kota Manado tahun 2014 lalu.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Terpidana Ir. Paulus Iwo diamankan di kediamannya karena ketika dipanggil oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Manado, dia tidak datang memenuhi panggilan , kemudian oleh jaksa dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan setelah tim Tabur melakukan pemantauan di lingkungan tempat tinggal Terpidana selama beberapa hari.

“Pada Selasa 21 September 2021 sekitar pukul 08.50 WIB, Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado bekerjasama dengan Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur berhasil mengamankan Buronan Tindak Pidana Korupsi atas nama Ir. Paulus Iwo di Jalan Pulo Nangka Timur III/C RT 8 Kel. Pulo Gadung, Kec. Pulo Gadung, Jakarta Timur yang merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado.” Ujar Leo Simanjuntak dalam keterangan persnya.

Menurut Leo , sebelumnya oleh Mahkamah Agung, Paulus Iwo dipidana 6 (enam) tahun dan denda sebesar Rp 200 juta serta membayar uang pengganti sebesar Rp 2,4 miliar.

Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan Korupsi Proyek Penerangan Jalan Umum Dinas Tata Kota Manado yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado T.A 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,6 miliar.

Leo Simanjuntak menguraikan, Paulus Iwo selaku penyandang dana bersama-sama dengan Ir. Robert Hendry Wowor selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Lucky Alfredo Martolomius Dandel selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Ariyanti Marolla, ST selaku Kuasa Direksi PT. Subota International Contractor telah bekerjasama dalam penentuan pemenang proyek di mana PT. Subota International Contractor sebagai pemenang lelang.

Dan Paulus Iwo telah meminjam PT. Subota International Contractor untuk melaksanakan pekerjaan tersebut padahal jaminan lelang yang dimasukkan dalam dokumen lelang adalah palsu, kemudian dalam pelaksanaan pekerjaan dia melakukan perubahan spesifikasi baterai yang seharusnya merk Best Solution Batery (BSB) 12 V – 120 Ah diubah menjadi BSBp 120 Ah Bull Power yang dibeli dari China yang tidak dilengkapi SNI serta belum dilakukan uji laboratorium (kekuatan hanya 3-6 jam sehari sedangkan dalam kontrak disyaratkan 10 jam per hari) dan sampai dengan kontrak berakhir tanggal 30 Desember 2014 pekerjaan dimaksud tidak selesai namun dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan Tahap I sebagai tanda bahwa Terpidana telah menyelesaikan pekerjaan 100 %.

Akibat dari perbuatan Paulus Iwo yang melakukan penyimpangan kontrak tersebut negara merugi sebesar Rp. 3 miliar

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leo Simanjuntak menambahkan, Setelah dititipkan ke Rutan Kejagung, Paulus Iwo kemudian diterbangkan ke manado pada Selasa pagi (22 /9/2021). *** Red

I am a Journalist who is working as a freelancer. I am living in jakarta, a crowded city of Indonesia. I am promoting for https://pantausidang.com

Kasasi

Kejari Makassar Eksekusi Terdakwa Panca Trisna 2 Tahun Penjara Perkara Keterangan Palsu

Menurut  Kapuspenkum, Terpidana Panca Trisna T telah dilakukan pemanggilan sebanyak 3 kali untuk pelaksanaan eksekusi

Pantausidang, Jakarta – Kejaksaan Agung RI melalui Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Makassar telah melakukan eksekusi terhadap Terdakwa Panca Trisna T dalam perkara Menyuruh Menempatkan Keterangan Palsu ke Dalam Surat Autentik dan dihukum dengan 2 tahun pidana penjara

“Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Makassar telah melaksanakan eksekusi pemidanaan terhadap Terpidana PANCA TRISNA T dalam Perkara Penggunaan Akta Autentik Palsu sebagaimana dalam Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 59 K/PID/2022 tanggal 26 Januari 2022,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana melalui keterangan pers yang diterima Pantausidang.com, Selasa, (21/6/2022).

Menurut Kapuspenkum, dalam amar putusan, hakim menyatakan bahwa Terdakwa Panca Trisna T telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam surat autentik.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun,” ucap Ketut mengutip pernyataan hakim.

Ketut menambahkan, selain itu, hakim menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

“Menetapkan Terdakwa segera ditahan,” tambahnya.

Selanjutnya, majelis hakim membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp.2.500.

Menurut  Kapuspenkum, Terpidana Panca Trisna T telah dilakukan pemanggilan sebanyak 3 kali untuk pelaksanaan eksekusi. Namun yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan tersebut.


“Serta dilakukan pencarian di rumahnya tetapi Terpidana tidak berada ditempat,” terang Ketut.

Kemudian, kata Ketut, pada 17 Juni 2022, keluarga Terpidana Panca Trisna T menghubungi JPU Andi Syahrir W. S.H. M.H. via telepon dan memberitahukan bahwa Terpidana akan menyerahkan diri, sehingga JPU yang saat itu berada di Jakarta menyarankan untuk bertemu di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Lalu sekitar pukul 03:00 WIB pagi, Terpidana datang dan menemui JPU di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, dan selanjutnya JPU langsung membawa Terpidana ke Makassar dengan menggunakan pesawat Garuda.

Sekitar pukul 04:04 WITA pagi, JPU bersama Terpidana tiba di Bandara International Sultan Hasanuddin Makassar dan segera membawa Terpidana untuk pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan antigen dengan hasil sehat serta dinyatakan negatif Covid-19.

“Selanjutnya, jaksa melakukan eksekusi terhadap Terpidana, dengan dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar,” pungkasnya. ***
Muhammad Shiddiq

Continue Reading

Kasasi

Buronan Kejari Deliserdang, Paulina Ginting Dibekuk saat di Apartemen Kalibata City

Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang dikoordinir Asintel Kejati Sumut I Made Sudarmawan, SH, MH berhasil mengamankan DPO terpidana Paulina Ginting

Pantausidang, Medan -Tim tangkap buronan (Tabur) Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) yang dikoordinir Asintel Kejati Sumut I Made Sudarmawan, SH, MH berhasil mengamankan DPO terpidana Paulina Ginting (48 tahun) Minggu 3 April 2022 pukul 12.38 wib di Apartemen Kalibata City tepatnya di warung milik terpidana.

Menurut Kajati Sumut Idianto,SH,MH melalui Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan, DPO terpidana Paulina Ginting selama ini bersembunyi di apartemen Kalibata City di Tower Gaharu bersama anaknya dan selama pelarian melakukan kegiatan usaha membuka usaha warung makan Sehati di komplek apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Selama dalam pencarian, keberadaan Paulina Ginting diketahui merupakan warga Jalan Kapten Sumarsono, No 10A Helvetia/Jalan Karya, Gang Sehati Nomor 28, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat. Dan, warga Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Yos A Tarigan menyampaikan, bahwa Cabang Kejaksaan Negeri Deliserdang di Labuhan Deli mengeluarkan DPO pada 24 Agustus 2021. Paulina terjerat kasus pemalsuan surat dan penjualan tanah tanpa seizin pemiliknya.

Continue Reading

Kasasi

Jaksa Kasasi Atas Bebasnya Dua Terdakwa KM 50 Tol Japek

Jaksa akhirnya mengajukan kasasi atas bebasnya terdakwa perkara dugaan pembunuhan km50 tol Jakarta Cikampek, Briptu Fikri Ramadan dan Ipda Yusmin Ohorella

Pantausidang, Jakarta – Tim jaksa penuntut umum (JPU) akhirnya mengajukan kasasi atas bebasnya terdakwa perkara dugaan pembunuhan km50 tol Jakarta Cikampek, Briptu Fikri Ramadan dan Ipda Yusmin Ohorella, Kamis 24 Maret 2022.

Dalam keterangan tertulisnya, Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, pihaknya menganggap hakim telah keliru dalam menjatuhkan vonis bagi terdakwa.

“ JPU menganggap putusan majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan tanggal 18 Maret 2022 terdapat kesalahan-kesalahan yang termasuk dalam ketentuan dari Pasal 253 ayat (1) KUHAP sebagai syarat pemeriksaan kasasi,” ujarnya.

Selain itu pihaknya menilai majelis hakim tidak cermat dalam menerapkan hukum pembuktian sehingga terdapat kekeliruan dalam menyimpulkan dan mempertimbangkan fakta hukum dari alat bukti keterangan saksi-saksi, ahli, surat yang telah dibuktikan dan dihadirkan penuntut umum di persidangan.

Hakim tidak cermat sehingga membuat kesimpulan bahwa perbuatan terdakwa Briptu Fikri Ramadan dan terdakwa Ipda Yusmin Ohorella dalam melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primair tersebut dikarenakan pembelaan terpaksa (Noodweer) dan pembelaan terpaksa yang melampaui batas (Noodweer Excess),

Ketut menambahkan, majelis hakim dalam mengambil pertimbangan dalam keputusan didasarkan pada rangkaian kebohongan atau cerita karangan yang dilakukan terdakwa Briptu Fikri Ramadan dan terdakwa Ipda Yusmin Ohorella yang tidak didasarkan atas keyakinan hakim itu sendiri dan alat bukti.

Continue Reading

Facebook

Tag

Covid-19

Worldwide

646,065,431
Kasus
6,636,120
Meninggal Dunia
624,572,707
Sembuh
Indonesia
  • Terkonfirmasi: 6,650,244
  • Meninggal Dunia: 159,676
  • Sembuh: 6,429,987