Connect with us

OTT

KPK OTT Lagi, Presiden Prabowo Gagal Berantas Korupsi?

Avatar photo

Published

on

PLT Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein dalam konpers OTT Muara Enim (dok)

Jakarta, pantausidang- Ketua Tim Anti Korupsi Daerah (TAKD) Odorikus Holang mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan OTT terhadap Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Edison.

Menurutnya, lembaga antirasuah itu mengangkat kembali kepercayaan masyarakat di tengah keterpurukan ekonomi.

“Kami apresiasi KPK. Apalagi saat ini fundamental ekonomi kita tengah bergejolak. KPK selamatkan uang negara adalah bentuk citra positif kepada investor. Ada nilai jual soal kepastian hukum,” ujar Holang kepada pantausidang.com, Selasa (9/6/2026).

Namun kata Holang, pemerintahan Prabowo Subianto dinilai gagal melakukan tindakan preventif kepada kepala daerah untuk menghindari diri dari perbuatan korupsi.

“Kita kembali kepada tujuan ret-ret di Magelang. Tujuannya apa? Bukankah salah satu agendanya bicara soal anti korupsi. Kok masih ada kepala daerah yang korupsi?. Prabowo gagal, ya gagal,” tegasnya.

Meski demikian, Holang menawarkan strategi utama pemberantasan korupsi. Ia berpandangan, KPK diperlukan pendekatan pendidikan dan budaya yang ketat.

“Membangun integritas dan nilai-nilai antikorupsi sejak dini melalui kurikulum sekolah, serta memperkuat pemahaman moral dan agama di masyarakat,” jelasnya.

Holang juga mendorong supaya melakukan perbaikan Sistem. Dalam hal ini, mendorong digitalisasi pemerintahan (e-Government) untuk transparansi tata kelola keuangan dan meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi suap.

“Penindakan hukum yang tegas sudah dilakukan KPK supaya efek jera. Meskipun masih ada residivis. Namun masyarakat harus optimalkan pengawasan. Preventif lebih baik daripada represif,” tukasnya.

Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Muara Enim Edison dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Senin (8/6/2026) lalu.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya menangkap 10 orang di Jakarta dan Sumatera Selatan dalam rangkaian OTT yang menjerat Bupati Edison tersebut.

“Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan,” kata Budi dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Budi menuturkan, lima di antara mereka yang ditangkap berasal dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Edison selaku bupati. Sementara itu, lima orang lainnya adalah pihak swasta.

Diketahui, ini adalah OTT ke-12 KPK sepanjang 2026. OTT terakhir yang dilakukan KPK menjerat mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim pada Juni 2026. ***AAY

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Trending