Ragam
Data PPATK: Cengkareng “Juara 1” Jumlah Pemain Judi Online, Transaksi Jakarta Barat Rp600,6 Miliar
Jakarta, pantausidang – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap data mencengangkan ihwal hasil pemetaan kecamatan dan daerah yang menjadi sarang pemain judi online (judol) di Indonesia, dengan Kecamatan Cengkareng sebagai “juara 1” pemain terbanyak “mengalahkan” ribuan kecamatan lainnya dan perputaran uang judol Kota Jakarta Barat mencapai Rp600,6 miliar.
Data tersebut diungkap PPATK melalui unggahan feed Instagram akun resmi @ppatk_indonesia pada Selasa (23/6/2026), berkaitan dengan Peta Sebaran Judol di Indonesia Tahun 2025.
Hasil pemetaan PPATK atas sebaran pemain judol di Indonesia pada 2025 menunjukkan bahwa judul kian dekat dengan masyarakat Indonesia. Lima kecamatan di wilayah Jabodetabek memuncaki tabel posisi pemain judol terbanyak alias zona merah nasional, yang bahkan melampui jumlah rata-rata wilayahnya.
“Kecamatan dengan pemain (judol) terbanyak (sepanjang tahun 2025), 1. Cengkareng (Jakarta Barat) 21.497 pemain, 2. Cakung (Jakarta Timur) 14.664 pemain, 3. Tanjung Priok (Jakarta Utara) 13.769 pemain, 4. Kebayoran Lama (Jakarta Selatan) 9.948 pemain, dan Bekasi Utara (Kota Bekasi) 7.793 pemain,” bunyi unggahan PPATK, dikutip Pantausidang, Rabu (1/7/2026).
PPATK menegaskan, data tersebut menunjukkan praktik judol bukanlah praktik yang jauh atau abstrak. Pasalnya, aktivitas judol telah merambah lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga komunitas di sekitar kita.
Berikutnya, zona merah judol level nasional dari sisi wilayah terdapat top four pemain judol dengan tiga di antaranya berada di kawasan Jabodetabek. Masing-masing secara berurutan yakni Kabupaten Bogor sebagai “pemuncak klasemen” nasional dengan 103.092 pemain disusul Jakarta Barat 89.320 pemain, Jakarta Timur 81.750 pemain, dan Kota Bandung 80.549 pemain.
“Kabupaten Bogor (nilai) deposit Rp414,4 miliar deposit, Jakarta Barat (nilai) deposit Rp600,6 miliar, Jakarta Timur (nilai) deposit Rp425,9 miliar, dan Kota Bandung (nilai) deposit Rp341,7 miliar,” ungkap PPATK dalam unggahan feed Instagram.
PPATK menyebutkan dari total 10 wilayah dengan pemain judol terbanyak, terdapat empat wilayah yang berada di Provinsi DKI Jakarta, empat wilayah berasal dari Provinsi Jawa Barat, dan dua wilayah di Provinsi Banten. Akibatnya, klaster Jabodetabek menjadi episentrum aktivitas judol nasional.
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Healthy2 minggu agoTekad OP PPPI Keperawatan untuk Berada di Garis Terdepan Pembangunan Kesehatan
-
Saksi2 minggu agoKPK Periksa Komisaris PT Catur Elang Perkasa dan pegawai PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur di Kasus PPT ET
-
Pledoi4 minggu agoJPU Tegaskan Kasus Nadiem Bukan Politik
-
Saksi3 minggu agoKasus Lamongan KPK Periksa Direktur Keuangan PT AB-KSO


You must be logged in to post a comment Login