Connect with us

Rilis

IKALUIN Award 2026, Bukti Nyata Kontribusi dan Dedikasi Alumni UIN Jakarta

Published

on

Sementara itu, dalam sambutan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang dibacakan oleh Tenaga Ahli Menag Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Kerukunan Umat Beragama, Andi Salman Magalatung menyampaikan, Menag menegaskan bahwa ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah melahirkan tradisi intelektual Islam yang rasional, moderat, dan progresif.

“Nama tempat kita berada saat ini, ‘Harun Nasution’, bukan sekadar nama sebuah gedung, tetapi ia adalah sebuah simbol besar. Ia adalah simbol dari sebuah era di mana Islam dibahasakan dengan rasional, terbuka, toleran, dan progresif,” ungkap Salman.

Salman membeberkan, warisan pemikiran para tokoh ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta seperti Harun Nasution, Nurcholish Madjid (Cak Nur), dan Azyumardi Azra menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan Indonesia Emas, mulai dari disrupsi kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga polarisasi sosial. Karena itu, Salman mengatakan, Menag juga mendorong agar alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat integrasi ilmu agama dan sains, aktif berkiprah di forum internasional, membangun solidaritas, dan pemberdayaan ekonomi umat melalui jejaring alumni.

“Mereka para tokoh tersebut membuktikan bahwa menjadi seorang muslim yang taat tidak harus membuat kita menolak modernitas.” ujarnya.

Dia melanjutkan, Penganugerahan IKALUIN Award 2026 merupakan sebuah langkah yang sangat cerdas untuk merayakan pencapaian pemikiran keislaman Nusantara serta kontribusi dan dedikasi alumni ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bagi keumatan, kemanusiaan, dan kebangsaan. Sembari merayakan pencapaian itu, para alumni juga perlu mengarahkan pandangan jauh ke depan. Pasalnya, keberhasilan masa lalu tidak boleh membuat para alumni, mahasiswa, dan UIN Syarif Hidayatullah secara kelembagaan terlena.

“Tantangan yang dihadapi oleh generasi muda alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ini jauh berbeda dengan apa yang kita hadapi 20 atau 30 tahun yang lalu,” katanya.

Salman menegaskan, Menag Nasaruddin Umar menitipkan beberapa pesan penting kepada seluruh keluarga besar Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pertama, lakukanlah rekonseptualisasi ilmu. Integrasi keilmuan yang menjadi khittah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta harus diperdalam. Jangan ada lagi sekat pemisah antara ilmu-ilmu syariah dengan sains modern.

Kedua, kuasai panggung global. Gagasan Islam moderat khas Indonesia yang tumbuh subur di Ciputat adalah komunitas intelektual yang sangat dibutuhkan oleh dunia internasional saat ini. Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta harus aktif menulis, harus aktif berbicara, dan tampil di forum-forum internasional.

“Yang ketiga, jaga solidaritas dan pemberdayaan ekonomi umat. Potensi alumni ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sangat besar secara kuantitas dan sangat luar biasa secara kualitas. Melalui wadah IKALUIN Jakarta, potensi ini harus dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial nyata,” ucap Salman.

Ketua Panitia IKALUIN Award 2026 Rahmat Hidayatullah menjelaskan, nominasi dalam penghargaan ini diusulkan oleh publik. Ada sembilan penghargaan yang diberikan dan ditambah satu lifetime achievement award.

“Capaian yang diraih oleh para alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam berbagai bidang, itu bukan semata-mata capaian individual atau capaian pribadi. Tetapi sebuah capaian yang memang menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat, untuk meneguhkan kontribusi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di tengah masyarakat,” kata Rahmat.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Asep Saepudin Jahar mengungkapkan, IKALUIN Award 2026 merupakan momentum penting, bukan hanya bagi universitas, tetapi juga bagi seluruh alumni ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penghargaan tersebut menjadi ruang apresiasi terhadap karya, dedikasi, dan kontribusi alumni yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, negara, dan kemanusiaan.

“Bagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kegiatan ini merupakan momentum yang sangat penting, bukan hanya bagi universitas, tetapi juga bagi seluruh alumni. IKALUIN Award menjadi ruang apresiasi atas karya, dedikasi, dan kontribusi para alumni,” ujar Asep.

Dia menuturkan, penyelenggaraan IKALUIN Award tahun ini berlangsung bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-69 UIN Jakarta. Usia tersebut, menurut Asep, menandai kematangan perjalanan institusi yang telah tumbuh sejak masa Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), hingga bertransformasi menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Usia yang sangat atau yang sudah matang. Dan kita ketahui tentu peran UIN sangat penting. Saya sebagai Rektor menyambut baik acara ini dan tentunya saya ingin menyampaikan agenda-agenda UIN juga tentu di dalam konteks kemodernan saat ini kita terus berkembang,” katanya. *** (Red)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Laman: 1 2

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Trending