Ragam
Pergumulan Suasana Hati Saat Pembangunan IKN Dikebut
Jakarta, pantausidang – Lembaga Perupa Kalimantan Timur (LPK) hadir untuk ikut membangun negeri, khususnya dalam menyongsong ibu kota negara (IKN) Nusantara, kendatipun ada pergumulan suasana hati, antara kecemasan dan harapan.
Salah satunya, seniman Dharmawan Budhi dari Sangatta Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengungkapkan perasaan cemas terhadap kemungkinan spesies unik dan ikonik Indonesia, yakni orang utan terancam punah.
Lukisan Orang Utan (Dharmawan Budhi) berjudul antara aku ibuku dan ibukota dipamerkan di Galeri Nasional, Gambir Jakarta.
“ Angle nya mengenai orang utan yang sedang menggendong anaknya, berlatar belakang gedung-gedung pencakar langit. Ada pergumulan, terutama cemas pada senimannya (Dharmawan Budhi) terhadap percepatan pembangunan IKN. Hal tersebut sangat kentara,” pemandu pameran Annissa mengatakan kepada Redaksi, Rabu 17 Mei 2023.
Orang Utan, tak ubahnya kerabat manusia. Setiap tahun, masyarakat dunia memperingati Hari Orangutan se-dunia.
Orang Utan selain unik dan ikonik, juga sudah menjadi endemik Indonesia. Habitat mereka digunakan untuk pembangunan IKN.
Dharmawan Budhi melihat sendiri fenomena orang utan, yang sedang menggendong anak, keluar dari hutan sampai ke permukiman warga.
“Mereka seperti mencari rumah baru,” kata Annissa.
Respons masyarakat/pengunjung terhadap 42 karya lukisan yang dipamerkan juga beragam. Emosi mereka ibaratnya naik turun, terjadi pergumulan suasana hati.
Misalkan turis asal Korea Selatan yang awalnya menikmati berbagai lukisan tersebut. Tapi ketika ia melihat beberapa lukisan yang mencerminkan kondisi sesungguhnya Kaltim, suasana hatinya berubah 180 derajat.
“Turis dari Korea, masuk ke ruangan pameran dengan kondisi yang happy, dan merasakan emosi para seniman (pelukis).
Setelah itu, ia terbawa dalam emosi para seniman. Ia ikut merasa gelisah menyadari kalau kebudayaan asli, adat istiadat suku Dayak juga terancam memudar.
Hutan-hutan di Kaltim yang sangat besar, termasuk hewan endemik Orang Utan juga bagian dari kegelisahan turis Korea tersebut,” kata Annissa.
Antusiasme pengunjung terhadap 42 lukisan tersebut sangat kentara. Karena ada yang bertanya mengenai ‘keberpihakan’ sudut pandang.
Karena semua lukisan tersebut jelas cerminan dari sudut pandang orang Kaltim. Sementara orang Jawa juga pasti punya sudut pandang sendiri.
Pusat ekonomi, sampai hari ini terpusat di pulau Jawa. Pergumulan kembali mengemuka mengenai kemungkinan pembangunan nantinya terpusat di Kalimantan.
“Apakah pulau Jawa akan dilupakan. Respons turis-turis asing termasuk dari Aussie (Australia), dia merasakan seperti yang dirasakan para seniman.
Ketika Sydney dipindahkan ke Canberra, yang ternyata menjadi kota sepi, kaku, jarak antara gedung berjauhan. Yang ramai, pusat-pusat bisnisnya.
Memang ada yang berhasil, seperti pemindahan Sao Paulo ke Brasilia, Brazil. New York dipindahkan ke Washington. Pameran ini memancing berbagai kalangan utk mengeluarkan pendapatnya,” kata Annissa. *** Liu.
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Saksi4 minggu agoEks Petinggi TaniHub Beberkan Pengambilan Keputusan Hingga Aliran Dana di Persidangan
-
Mahkamah Konstitusi3 minggu agoDharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK, Soroti Pasal KLB Hingga Ancaman Denda Rp500 Juta
-
Pemeriksaan Terdakwa3 minggu agoJPU Ungkap Shadow Organization GOTO oleh Nadiem Makarim
-
Dakwaan4 minggu agoPimpinan PT Blueray Cargo Didakwa: Suap Rp63 Miliar di Balik Lalu Lintas Impor


You must be logged in to post a comment Login