Connect with us

Saksi

Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Berpotensi Jadi Tersangka

Published

on

Anggota V BPK Bobby Adhityo Rizaldi usai pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis malam (16/7/2026). Foto: Sabir Laluhu.

Bukti dan Alur Perintah

Budi Prasetyo menekankan, penyidik telah menemukan bukti-bukti yang mendukung dan memperkuat peran Bobby dalam kasus ini. Dari sejumlah barang bukti elektronik (BBE) yang penyidik sita saat menggeledah rumah Bobby yang berlokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Selasa (14/7/2026), penyidik menemukan petunjuk berkaitan dengan peran Bobby.

“Dalam BBE tersebut, penyidik menemukan petunjuk yang kemudian bisa memperkuat penyidikan perkara ini,” ungkapnya.

Karena itu, Budi berujar, penyidik juga sedang mendalami dugaan alur perintah dari Bobby hingga tersangka Angga bisa melakukan negosiasi dan bersepakat dengan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkab Muara Enim Abi Nurwardani (tersangka suap proyek) terkait dengan komitmen fee Rp1,6 miliar yang baru diterima Rp100 juta oleh Angga. Diduga Abi Nurwardani bertindak mewakili tersangka pemberi suap Bupati Muara Enim Edison.

“Jadi, soal kesepakatan dan alur perintah, ini juga masih terus didalami. Penyidik mendalami dan menelusuri komunikasi-komunikasi yang dilakukan oleh tersangka AG (Angga) kepada pihak internal (dengan Bobby) seperti apa. Karena, ada dugaan kesepakatan awal di nilai tertentu (Rp1,6 miliar) yang kemudian nilai suap yang diberikan diduga itu bagian dari kesepakatan tersebut,” tandas Budi.

Sumber internal KPK mengungkapkan, Tuning Rahayu bersama-sama dengan tersangka penerima suap Agusz Dewanggara alias Angga (swasta/broker) juga pernah menjadi tenaga ahli Bobby Adhityo Rizaldi saat Bobby menjabat sebagai anggota DPR. Diketahui, Bobby pernah menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar selama tiga periode, kurun 2009–2024.

“Tuning Rahayu ini lebih lama jadi tenaga ahlinya BAR (Bobby Adhityo Rizaldi) daripada tersangka Angga. Diduga Tuning dan Angga jadi ‘perpanjangan tangan’ dari BAR saat BAR jadi Anggota V BPK. Makanya, Angga diduga berani mengatur dan mengurus perubahan hasil audit BPK untuk laporan keuangan Pemkab Muara Enim,” ujar sumber kepada Pantausidang.

Bobby Adhityo Rizaldi menjalani pemeriksaan sekitar sembilan jam. Bobby tiba sekira pukul 09.55 WIB dan terlihat menuruni tangga lantai 2 ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.13 WIB. Bobby yang mengenakan batik biru putih bercorak enggan mengungkap isi materi pemeriksaan.

Bobby menolak menjawab saat disinggung dugaan perintahnya kepada Angga, dugaan jatahnya dari total komitmen fee Rp1,6 miliar, hingga dugaan proses pengaturan dan perubahan hasil audit laporan keuangan Pemkab Muara Enim 2025.

“Semua sudah disampaikan kepada penyidik. Kami sangat mendukung proses ini dan supaya cepat selesai,” ujar Bobby usai pemeriksaan di depan lobi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis malam (16/7/2026).

Diketahui, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Agusz Dewanggara alias Angga dan Titin Rita Lestari sebagai tersangka penerima suap. Sementara Bupati Muara Enim Edison, Marketing PT Millenium Solusi Abadi (MSA) Cory Erin Hardi, dan Direktur PT MSA Fika Nur Alawi sebagai tersangka pemberi suap. *** (Sabir Laluhu)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Laman: 1 2

Jurnalis Senior | Penulis Buku "Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi" | Penulis Trilogi Buku "Membendung Korupsi Demi Negeri" | Editor & Co-writer Buku "Potret Business Judgment Rule: Praktik Pertanggungjawaban Pengelolaan BUMN"

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Cuaca Hari Ini

Trending