Tersangka
KPK Tetapkan Dua Pengusaha Travel Haji Ismail Adham dan Asrul Azis Taba Tersangka
Peran Sentral Ismail dan Asrul
Asep memaparkan, penyidik telah menemukan adanya dugaan peran aktif tersangka Ismail dan Asrul dalam pengaturan pengisian kuota haji khusus tambahan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan adanya dugaan pemberian sejumlah uang oleh keduanya kepada penyelenggara negara di lingkungan Kemenag.
Ismail dan Asrul diduga bersama-sama dengan pemilik Maktour Travel sekaligus Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) Fuad Hasan Masyhur (FHM) dan pihak-pihak lainnya diduga melakukan pertemuan dengan tersangka Gus Yaqut dan Gus Alex untuk meminta penambahan kuota haji khusus yang melebihi ketentuan 8% sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Hingga dalam prosesnya dilakukan pembagian kuota haji reguler dan kuota haji khusus dengan skema 50% : 50%,” kata Asep.
Dia menuturkan, Ismail dan Asrul juga bersama-sama dengan pejabat Kemenag mengatur pengisian kuota haji khusus tambahan bagi perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Maktour Travel, sehingga memperoleh kuota haji khusus tambahan, termasuk kuota haji dengan skema percepatan keberangkatan (T0) atau berangkat tahun berjalan tanpa antrian.
“Tersangka ISM diduga memberikan sejumlah uang kepada IAA (Gus Alex) sebesar USD30.000 serta kepada saudara HL (Hilman Latief) selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama sebesar USD5.000 dan SAR16.000,” tuturnya.
“Sedangkan tersangka ASR diduga memberikan sejumlah uang kepada saudara IAA (Gus Alex) sebesar USD406.000,” sambung Asep.
Atas perbuatan Ismail, pada akhirnya Maktour Travel memperoleh keuntungan tidak sah (illegal gain) pada 2024 mencapai sekitar Rp27,8 miliar. Sementara atas perbuatan Asrul, delapan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) yang terafiliasi dengan tersangka Asrul juga memperoleh keuntungan tidak sah pada tahun 2024 dengan total sebesar Rp40,8 miliar.
“Penerimaan sejumlah uang oleh IAA dan HL dari para tersangka (Ismail dan Asrul), diduga sebagai representasi dari saudara YCQ (Gus Yaqut) selaku Menteri Agama pada saat itu,” tandas Asep. *** (Sabir Laluhu)
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Scripta4 minggu agoIntegritas Anggota KPU dan Legitimasi Pemilu Berintegritas
-
Tersangka4 minggu agoTersangka Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bangga Tak Pakai Rompi Tahanan Kejaksaan
-
Ragam3 minggu agoUmar Key Paparkan Kronologi Penyelesaian Kewajiban BMS kepada Pasar Jaya di Rapat Pansus
-
Scripta3 minggu agoPemilu, Partisipasi Generasi Milenial hingga Generasi Alfa, dan Arah Demokrasi Indonesia


You must be logged in to post a comment Login