Nasional
KPK Tantang Warga Lawan Korupsi: Jangan Cuma Berani Kritik, Berani Juga Berubah
Jakarta, pantausidang— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat berani melawan korupsi mulai dari perilaku sehari-hari.
Ajakan itu dikemas melalui gerakan Kawan Aksi dalam kegiatan Berani Ditantang Berani Berubah yang digelar di kawasan Halte Transjakarta Setiabudi Integritas, Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Ratusan warga dari berbagai wilayah Jabodetabek ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. KPK sengaja membawa pesan antikorupsi ke ruang publik dengan kemasan permainan dan aktivitas interaktif agar kampanye tidak berhenti pada slogan.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye (Soskam) Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan pendekatan populer dibutuhkan untuk memperluas jangkauan pesan antikorupsi kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Ini menjadi upaya penyebaran pesan kebaikan melalui pendekatan populer. Perluasan target audiens mencakup seluruh lapisan masyarakat, sehingga keberlanjutan diskusi antikorupsi menyebar di ruang publik digital,” kata Amir dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Pesan tersebut diterjemahkan dalam sejumlah permainan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Dalam Sumo Games, peserta ditantang beradu kekuatan melawan simbol “Si Tikus Koruptor”. Sementara Scream Games mengajak warga meneriakkan “BERANTAS KORUPSI” sebagai simbol keberanian melawan praktik korupsi.
Ada pula Punch Games, yang mengajak peserta menghantam target sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi.
Menurut Amir, metode tersebut dirancang agar nilai antikorupsi tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi pengalaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
KPK juga mendorong peserta menyebarluaskan pesan tersebut melalui media sosial, termasuk akun Instagram @kawan.aksi dan @suaraantikorupsi.kpk.
“Sekaligus kami mengajak seluruh kalangan masyarakat menggaungkan gerakan antikorupsi lewat pemanfaatan media sosial Kawan Aksi dan Suara Antikorupsi,” ujar Amir.
Kegiatan tidak hanya diisi permainan. KPK juga menghadirkan aktivitas Reaksi Warga +62 untuk menggali respons masyarakat terhadap berbagai perilaku korupsi.
Lewat aktivitas tersebut, warga diajak menunjukkan ekspresi dan pandangan mereka terhadap praktik-praktik yang dianggap mencederai nilai kejujuran. Peserta juga dapat mengabadikan keterlibatan mereka melalui spot foto yang disediakan.
Salah seorang peserta, Sta, siswi SMKN 32 Jakarta, mengaku tertarik dengan konsep kampanye yang dinilainya lebih dekat dengan anak muda.
“Seru sekali karena banyak rangkaian hiburan dan permainan. Ini menjadi bentuk semangat kami untuk ikut menyuarakan pesan agar tidak melakukan korupsi,” kata Sta.
Peserta yang mengikuti berbagai aktivitas juga memperoleh merchandise sebagai bentuk apresiasi.
Melalui gerakan Berani Ditantang Berani Berubah, KPK menekankan bahwa perang melawan korupsi tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar.
Keberanian dapat dimulai dari keputusan sederhana untuk memilih tindakan yang benar, termasuk menolak perilaku curang dalam kehidupan sehari-hari.
KPK ingin pesan tersebut tidak hanya berhenti di lokasi kegiatan, tetapi terus bergerak melalui percakapan masyarakat dan ruang digital.
Sebab, pemberantasan korupsi bukan semata-mata soal keberanian membongkar praktik korupsi. Lebih jauh, gerakan antikorupsi juga menuntut keberanian untuk tidak ikut melakukan, membiarkan, atau membenarkan perilaku koruptif.
Dengan pendekatan tersebut, KPK mencoba menggeser kampanye antikorupsi dari sekadar pesan normatif menjadi gerakan publik yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. *** AAY
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Tersangka4 minggu agoDua Pejabat Pajak Terseret Dugaan Korupsi Transfer Pricing PT Toba Pulp Lestari (TPL)
-
Pemeriksaan Terdakwa4 minggu agoDwi Wahyudi Bantah Bertanggung Jawab atas Kredit Macet PT Tebo Indah dan PT PAS
-
Wisata3 minggu agoHUT Ke-81 RI Ancol Gratiskan Tiket Masuk
-
Nasional4 minggu agoPemerintah Pastikan Perlindungan Sosial Pekerja Pemilah Sampah


You must be logged in to post a comment Login