Connect with us

Ragam

Merenda Asa dan Manfaat di Balik Aset Rampasan Hasil Korupsi di Yogyakarta

Avatar photo

Published

on

Gedung Griya Batik Yogyakarta tampak depan. Foto: Sabir Laluhu.

Wariskan Tradisi, Menghubungkan Potensi Ekonomi

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Provinsi DIY, revitalisasi Griya Batik dimulai pada 2023 dan menelan anggaran mencapai Rp871.625.900 yang menggunakan dana keistimewaan DIY. Disperindag DIY lantas mengusung tema besar “Griya Batik Jogja Kota Batik Dunia”. Pemerintah Provinsi DIY pun memosisikan Griya Batik sebagai jembatan bagi pelestarian tradisi batik sebagai warisan leluhur, ruang edukasi, promosi, dan penopang untuk peningkatan potensi ekonomi daerah disertai inovasi yang dapat diterima generasi kekinian dan generasi mendatang.

Bahkan, kerja sama dan sinergi antara Pemerintah Provinsi DIY melalui Disperindag dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY untuk Griya Batik pun diarahkan untuk menjaga eksistensi Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia yang secara resmi ditetapkan oleh World Craft Council (WCC) pada 18 Oktober 2014 di Dongyang, Tiongkok.

Pengunjung melihat berbagai batik yang menjadi koleksi Griya Batik Yogyakarta. Foto: Sabir Laluhu.

Selasa siang itu (13/10/2026), terlihat ratusan batik yang terpajang di sejumlah ruangan bagian dalam Griya Batik. Mulai dari jenis klasik, tradisional, modern, hingga kontemporer. Hal ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi DIY memang memproyeksikan Griya Batik di antaranya untuk mini museum, showroom, maupun workshop art. Sejumlah peralatan membatik juga terlihat di bagian belakang Griya Batik. Beberapa pengunjung pada Selasa siang itu bahkan sempat mencoba menorehkan malam (lilin batik) di atas kain berpola.

“Kita melakukan rehab gedung tua, setelah dihibahkan oleh KPK, menjadi Griya Batik. Proses rehab kita lakukan sejak tahun 2023 dan rampung tahun 2025. Awalnya ini mau mau jadi museum tapi tidak masuk kriteria museum, tapi fungsinya sama. Kita manfaatkan Griya Batik untuk tetap menjaga Jogja Istimewa,” ujar Kepala Dinsperindag DIY Anton Raharja, di Griya Batik.

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Laman: 1 2 3

Jurnalis Senior | Penulis Buku "Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi" | Penulis Trilogi Buku "Membendung Korupsi Demi Negeri" | Editor & Co-writer Buku "Potret Business Judgment Rule: Praktik Pertanggungjawaban Pengelolaan BUMN" | Direktur Eksekutif Aisykar Nusa Literasi (AKSARA) | Pegiat Sekolah Mazhab Ciputat

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Cuaca Hari Ini

Trending