Wisata
Gelar Tari Sufi Ramadhan di Sapphire Sky dengan Estetika, Filosofinya

Baginya, tampil menari sufi di hotel bukan pertama kalinya dan tidak lagi sebagai tarian langka. Karena ia melihat tarian sufi semakin popular di Indonesia, terutama untuk anak-anak muda seusianya.
“Waktu saya masih duduk di SMP kelas dua, usia sekitar 15 tahun, mulai latihan tari sufi di Pekalongan. Semakin hari, saya semakin tertarik.”
“Bukan hanya estetika tariannya, tapi juga filosofinya. Kalau menari sufi dengan energy positif, rasa cinta universal, penari tidak akan merasa pusing walau muter-muter non-stop,” kata Fajar, kelahiran Brebes 20 tahun yang lalu.
Tarian dari Turki ini juga dikenal dengan sebutan whirling dervishes dengan kekhasan penari yang berputar-putar. Tapi gerakan berputar sebetulnya bagian dari memahami dan mengerti makna meditasi dan cinta universal.
Sehingga penari tidak hanya sebatas latihan untuk menjaga keseimbangan di panggung, tapi juga mewujudkan rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga tidak heran, kalau tarian sufi tidak melulu dikaitkan dengan Islam atau Muslim.

tamu yang gelar acara buka puasa bersama, menikmati tarian sufi dengan dekorasi Ramadhan 2026 di Sapphire Sky hotel, BSD
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
Ragam4 minggu agoMerenda Asa dan Manfaat di Balik Aset Rampasan Hasil Korupsi di Yogyakarta
Pengaduan4 minggu agoBEM Universitas Pertiwi Seret Tri Adhianto ke Kejagung Soal Dugaan Korupsi KSO Migas
Ragam4 minggu agoPemerintah Gandeng BPS Susun Kebijakan Ekonomi Berbasis Data Akurat
Tersangka3 minggu agoBos PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Kejagung



























You must be logged in to post a comment Login