Nasional
Iwakum Dorong Mahasiswa Lawan Disinformasi Lewat Jurnalistik
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani suara masyarakat dengan pengambil kebijakan. Karena itu, keterampilan jurnalistik dinilai penting untuk mengangkat berbagai isu yang kerap luput dari perhatian publik.
“Jurnalisme harus menjadi alat untuk menghadirkan the voice of the voiceless, menjadi ruang bagi mereka yang selama ini tidak memiliki akses atau kesempatan untuk didengar. Mahasiswa dapat mengambil peran tersebut melalui tulisan, laporan, maupun karya jurnalistik lainnya yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ponco yang juga Magister Ilmu Politik Universitas Nasional menambahkan, pelatihan turut membahas teknik peliputan, penulisan berita, etika jurnalistik, serta tantangan dunia media di era digital.
Dalam diskusi interaktif tersebut, peserta didorong mampu menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi serta maraknya disinformasi.
“Melalui kegiatan ini, Iwakum berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan jurnalistik yang baik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta keberanian untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan melalui karya jurnalistik,” katanya. *** (Red)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.
-
Penyidikan4 minggu agoMemutar Haluan Mengusut Raja Juli Antoni
-
Penyidikan4 minggu agoRp1 Triliun Disita, Kebun Tebu PT Pemuka Sakti Manis Indah Diduga Kuasai 32.375 Hektare Hutan
-
Ragam4 minggu agoRekor MURI Tari Jali-Jali, IICF 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia
-
Niaga4 minggu agoPaguyuban Mie Ayam Wonogiri dengan Bekal Ilmu Marketing Daftarkan Paten ke UNESCO


You must be logged in to post a comment Login