Connect with us

Nasional

Atasi Kesenjangan Pendidikan, Pemerintah Targetkan 500 SNT hingga 2029

Published

on

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi, Senin (20/7/2026). Foto: Dok. Kemendikdasmen.

Tanpa Asrama, Ekosistem Terintegrasi

Mu’ti menjelaskan, SNT berbeda dengan Sekolah Rakyat. Jika Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin dan berasrama, maka SNT diperuntukkan bagi anak dari berbagai latar belakang ekonomi yang berprestasi dan tidak berasrama.

“Sekolah Nasional Terintegrasi diperuntukkan bagi semua kalangan dan tidak dibatasi oleh latar belakang ekonomi. Seleksi dilakukan berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik,” ungkap Mu’ti.

Dia memastikan, SNT akan mengintegasikan ekosistem dan layanan pendidikan SMP dan SMA secara berkelanjutan baik dalam aspek jenjang dan bangunan, pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, dan penjaminan mutu.

“Dengan demikian perkembangan murid dapat didampingi secara lebih utuh dan berkelanjutan. SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta murid secara optimal, serta menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya,” ujar Mu’ti.

Bagi Mu’ti, keberhasilan SNT tidak hanya diukur dari capaian murid yang belajar di dalamnya tetapi dari kian berkembangnya guru, meningkatnya kolaborasi antarsekolah, dan bertumbuhnya mutu pendidikan di wilayah tersebut. Lebih dari itu, Mu’ti berharap publik dapat terus mengawasi serta memberikan masukan, saran, dan kritik berkaitan dengan implementasi program SNT.

“Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi akan dilakukan secara transparan, akuntabel, inklusif, serta selalu berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak,” tandas Mu’ti. *** (Sabir Laluhu)

Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.

Laman: 1 2

Jurnalis Senior | Penulis Buku "Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi" | Penulis Trilogi Buku "Membendung Korupsi Demi Negeri" | Editor & Co-writer Buku "Potret Business Judgment Rule: Praktik Pertanggungjawaban Pengelolaan BUMN"

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Facebook

Tag

Cuaca Hari Ini

Trending