Nasional
Mendikdasmen: Sekolah Nasional Terintegrasi Buton Tengah Dibangun dan Beroperasi Tahun 2026
Rp9,12 triliun dan Tahapan Penerimaan Murid Baru
Abdul Mu’ti membeberkan, Kemendikdasmen telah menerima pencairan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp9.125.628.856.000 (Rp9,12 triliun) dalam dua tahap untuk pembangunan dan penyelenggaraan operasional SNT pada 2026. Masing-masing yakni Rp204,5 miliar tahap pertama dan Rp8,9 triliun tahap kedua.
“Jadi karena itu, harus tahun ini, karena anggarannya sudah ada. Sekarang ini skemanya tanah itu hibah dari pemerintah daerah, tapi penyelenggaraan dan pembiayaannya dari pemerintah pusat,” kata Mu’ti.
Seleksi penerimaan calon murid baru SNT Tahun Ajaran 2026/2027 untuk 17 kabupaten/kota akan dimulai pada 21 Juli–24 Juli 2026 (pengumuman, sosialisasi, dan pendaftaran). Tahapan berikutnya yakni seleksi administrasi dan skolastik 27–31 Juli 2026, pengumuman hasil seleksi 3 Agustus 2026, daftar ulang 4–7 Agustus 2026, dan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 10 Agustus 2026.
Mu’ti menggaransi, proses seleksi berlangsung objektif yang didasarkan pada prestasi akademik dan nonakademik calon anak didik.
“Seleksi dilakukan berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik. Kami menegaskan tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid di luar ketentuan resmi,” tutur Mu’ti.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menekankan, penerimaan calon murid baru SNT untuk Tahun Ajaran 2026/2027 dilakukan oleh Kemendidaksmen bersama dinas pendidikan di kabupaten/kota dan provinsi dengan menggeser 80 murid, yang terdiri atas 40 murid SMP dan 40 murid SMA yang berprestasi di setiap sekolah untuk menjadi murid SNT dalam dua skema.
Pertama, Dinas Pendidikan mengusulkan calon murid yang lolos jalur prestasi akademik dan nonakademik kepada Kemendikdasmen melalui database SPMB SNT. Sebelum usulan disampaikan, Dinas Pendidikan harus lebih dulu berkoordinasi dengan kepala-kepala sekolah.
Kedua, undangan kepada anak yang memiliki prestasi berdasarkan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang ada di kabupaten/kota tempat SNT berdiri dan beroperasi.
“Anak yang masuk SMP nanti otomatis akan dilanjutkan ke SMA karena kurikulumnya didesain berkelanjutan dan harapannya bisa kita pantau perkembangannya utuh. Kecuali pada saatnya ada yang kosong pada saat masuk SMA, kita akan buka kekurangan yang harus diisi di setiap tingkatan yang kosong,” ungkap Gogot. *** (Sabir Laluhu)
Kritik saran kami terima untuk pengembangan konten kami. Jangan lupa subscribe dan like di Channel YouTube, Instagram dan Tik Tok. Terima kasih.


You must be logged in to post a comment Login